GemaWarta – 03 Agustus 2026 | Dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk krisis pangan dan perubahan ekonomi. Perang di Ukraina dan Iran, serta fenomena El Nino, berdampak signifikan pada produksi pangan dan harga energi. Sementara itu, Indonesia dan Malaysia, dua negara di Asia Tenggara, berusaha menghadapi tantangan ini dengan strategi masing-masing.
Bank Dunia merekomendasikan Indonesia untuk menurunkan ambang batas omzet bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) dari Rp 4,8 miliar menjadi Rp 500 juta per tahun. Hal ini bertujuan untuk memperluas basis pajak dan mengurangi praktik penyembunyian omzet. Sementara itu, Malaysia berusaha meningkatkan pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita untuk mencapai status negara berpendapatan tinggi.
Malaysia telah membuat kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inflasi yang terkendali. Pemerintah Malaysia juga berencana memperkuat penyelarasan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri dan memperluas pendidikan vokasi dan teknik.
Di Indonesia, Bank Mandiri telah memperkenalkan pembayaran nirsentuh berbasis EMV di MRT Jakarta, memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran perjalanan MRT menggunakan kartu kredit contactless. Ini merupakan langkah maju dalam digitalisasi pembayaran nasional.
Krisis pangan dan perubahan ekonomi merupakan tantangan yang kompleks dan memerlukan solusi yang komprehensif. Indonesia dan Malaysia perlu terus berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menghadapi tantangan global dengan strategi yang efektif.
Kesimpulan, dunia menghadapi krisis pangan dan perubahan ekonomi yang signifikan. Indonesia dan Malaysia berusaha menghadapi tantangan ini dengan strategi masing-masing, mulai dari penurunan ambang batas omzet PKP hingga perluasan pendidikan vokasi dan teknik. Dengan kerja sama dan strategi yang efektif, kedua negara ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menghadapi tantangan global dengan lebih baik.











