GemaWarta – 04 Agustus 2026 | Robert Budi Hartono telah resmi menjadi pemegang saham pengendali terakhir PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sejak 3 Agustus 2026. Perubahan status pengendali ini terjadi akibat wafatnya Bambang Hartono, pemegang saham PT Dwimuria Investama Andalan.
Manajemen BCA memastikan perubahan pengendali terakhir ini tidak berdampak material terhadap operasional maupun keuangan perusahaan. Robert Budi Hartono kini menguasai 51% saham PT Dwimuria Investama Andalan, perusahaan yang memegang 54,94% saham BCA.
Robert Budi Hartono lahir dengan nama Oei Hwie Tjhong di Semarang pada 28 April 1940. Ia merupakan putra kedua dari pendiri Djarum, Oei Wie Gwan. Bersama sang kakak, Bambang Hartono, Robert mewarisi pabrik rokok Djarum yang hampir musnah terbakar pada tahun 1963.
Tak puas di industri tembakau, mereka melakukan ekspansi agresif dengan mengambil alih BCA dari keluarga Salim pasca krisis 1998, yang kemudian menjadi mesin uang utama mereka hingga saat ini.
Gurita bisnis Robert Budi Hartono mencakup sektor perbankan hingga teknologi. Sektor elektronik menjadi salah satu lini gurita bisnis Robert Budi Hartono. Ekspansi agrobisnis memperluas jangkauan gurita bisnis Robert Budi Hartono di Indonesia.
Manajemen BCA juga mengumumkan bahwa perubahan pemegang saham pengendali tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi dan kinerja keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan.
Sebelumnya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membidik pertumbuhan kredit pada kisaran 8 hingga 10 persen pada tahun 2026. Prospek pertumbuhan tersebut dinilai masih menjanjikan dan diyakini makin kuat ditopang oleh kinerja semester II 2026.
Direktur BCA Vera Eve Lim mengatakan, pihaknya tetap memegang teguh target yang tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026.
Kesimpulan, Robert Budi Hartono telah resmi menjadi pemegang saham pengendali terakhir BCA dan diharapkan dapat memimpin perusahaan dengan baik.











