Bisnis

Laba Melambung, Ini Cerita Dibalik Kinerja Keuangan 5 Emiten Grup Bakrie

×

Laba Melambung, Ini Cerita Dibalik Kinerja Keuangan 5 Emiten Grup Bakrie

Share this article
Laba Melambung, Ini Cerita Dibalik Kinerja Keuangan 5 Emiten Grup Bakrie
Laba Melambung, Ini Cerita Dibalik Kinerja Keuangan 5 Emiten Grup Bakrie

GemaWarta – 04 Agustus 2026 | Grup Bakrie merupakan salah satu konglomerat terbesar di Indonesia yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari pertambangan, agribisnis, hingga kendaraan listrik. Pada semester pertama 2026, lima emiten dari Grup Bakrie telah melaporkan kinerja keuangan mereka, yaitu PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), dan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).

VKTR membukukan penjualan neto sebesar Rp 646,62 miliar pada paruh pertama 2026, melonjak 56,17% dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan perseroan tersebut berasal dari penjualan perdagangan komponen suku cadang dan besi bekas sebesar Rp 533,53 miliar dan penjualan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebesar Rp 114,72 miliar.

🔖 Baca juga:
MSCI Turunkan Nilai Transparansi Bursa, Bagaimana Dampak ke Status Market RI?

Sementara itu, PT Saudi Aramco mencatatkan lonjakan laba kuartal kedua 2026 sebesar 33% secara tahunan, didukung oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Laba bersih Saudi Aramco pada kuartal kedua 2026 mencapai US$ 33,4 miliar, melampaui perkiraan analis sebesar US$ 31,59 miliar.

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) juga mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan pada semester I-2026, dengan pendapatan sebesar Rp 33,80 triliun, melonjak 124,61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih HRTA juga meningkat tajam menjadi Rp 700,01 miliar, naik 100,86% secara tahunan.

🔖 Baca juga:
Harga Emas Antam Hari Ini 31 Mei 2026: Kenaikan Terbesar

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatatkan peningkatan pendapatan sepanjang semester I 2026, namun laba bersih perusahaan masih tertekan oleh kerugian dari perusahaan asosiasi dan usaha patungan. Pendapatan KAI pada semester I 2026 mencapai Rp 17,96 triliun, tumbuh 6,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perum Bulog memproyeksikan neraca keuangan yang berbalik positif hingga Rp1,14 triliun pada akhir tahun 2026, setelah pemerintah menyetujui kenaikan margin fee Bulog dari Rp50 menjadi 7% per kilogram beras. Kenaikan margin fee tersebut diharapkan dapat membantu Bulog memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.

🔖 Baca juga:
IHSG Berpotensi Rebound, Saham BUMI dan PTRO Masuk Rekomendasi

Dari berbagai laporan keuangan tersebut, terlihat bahwa kinerja keuangan emiten-emiten Grup Bakrie beragam, ada yang mencetak kenaikan laba yang tinggi, penurunan laba, hingga rugi yang kian membengkak. Namun, dengan strategi bisnis yang tepat dan dukungan dari pemerintah, diharapkan kinerja keuangan emiten-emiten tersebut dapat terus membaik ke depannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *