GemaWarta – 06 Agustus 2026 | Polda Metro Jaya telah mengungkap ratusan kasus pencurian motor di sejumlah wilayah di Jadetabek selama Operasi Berantas Jaya 2026. Polisi mengungkap modus-modus yang dilakukan para pelaku kejahatan, termasuk menggunakan kunci T dan menyasar di tempat-tempat kos dan perkampungan.
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono mengatakan bahwa jumlah kasus pencurian motor di Jakarta pada tahun 2026 memang menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu. Namun, Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri meminta jajaran untuk terus melakukan pemantauan dan penindakan.
Selain itu, Polda Metro Jaya juga membentuk Tim Preventive Strike untuk melakukan mitigasi dini dan mencegah potensi kerusuhan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Tim ini terdiri dari direktorat operasional yang ada di Polda Metro Jaya dan akan melakukan tindakan tepat, tegas, dan terukur jika ada kelompok-kelompok yang mencoba membuat kerusuhan.
Polda Metro Jaya juga meningkatkan intensitas patroli dalam berbagai skala, mulai dari kecil, sedang, hingga besar. Patroli difokuskan di kawasan perbatasan atau wilayah penyangga, seperti Bekasi yang berbatasan dengan Jawa Barat serta Tangerang yang berbatasan dengan Banten.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa situasi kemanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) masih aman dan terkendali. Namun, pihaknya belum menerima surat pemberitahuan rencana aksi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Dalam beberapa hari terakhir, viral sejumlah mal dan gedung di Jakarta memasang pagar tinggi menjelang isu aksi besar-besaran pada Agustus 2026. Pembangunan pagar itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.
Direktorat Reserse Siber terus melakukan pemantauan konten-konten atau ajakan aksi Agustus. Polda Metro akan berkoordinasi dari analisa perkiraan intelijen terkait tentang situasi terkini.
Dengan demikian, Polda Metro Jaya tetap waspada dan siap menghadapi segala kemungkinan yang dapat terjadi di wilayah hukumnya.











