Nasional

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Bahas Strategi Pertahanan, Overflight AS, dan UNIFIL bersama Ratusan Purnawirawan TNI

×

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Bahas Strategi Pertahanan, Overflight AS, dan UNIFIL bersama Ratusan Purnawirawan TNI

Share this article
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Bahas Strategi Pertahanan, Overflight AS, dan UNIFIL bersama Ratusan Purnawirawan TNI
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Bahas Strategi Pertahanan, Overflight AS, dan UNIFIL bersama Ratusan Purnawirawan TNI

GemaWarta – 25 April 2026 | Jakarta, 25 April 2026 – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menggelar silaturahmi penting dengan ratusan purnawirawan TNI di gedung Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada Jumat, 24 April. Pertemuan yang berlangsung selama beberapa jam ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi arah kebijakan pertahanan nasional, meninjau proposal akses udara penuh (overflight) yang diajukan Amerika Serikat, serta membahas peran pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon (UNIFIL).

Acara dimulai dengan sambutan resmi Menhan yang menekankan pentingnya prinsip konstitusi, Pancasila, dan kepentingan nasional dalam setiap kebijakan pertahanan. “Strategi pertahanan negara tidak dapat terlepas dari tata kelola yang berlandaskan konstitusi dan kepentingan nasional,” ujar Sjafrie dalam paparan awalnya.

🔖 Baca juga:
Transformasi Karier Aldi Taher: Dari Pecat Irwansyah di Radio Band hingga Sukses Bisnis

Ratusan purnawirawan TNI yang hadir meliputi mantan panglima dan pejabat tinggi dari semua matra. Berikut beberapa nama penting yang tercatat dalam daftar hadir:

  • Jenderal (Purn) Wiranto
  • Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo
  • Jenderal (Purn) Andika Muhammad Perkasa
  • Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman
  • Jenderal (Purn) Agum Gumelar
  • Laksamana (Purn) Yudo Margono
  • Marsekal (Purn) Djoko Suyanto
  • Letjen (Purn) Djamari Chaniago (Menko Polkam)

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta kepala staf TNI, KSAL Laksamana Muhammad Ali, dan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak. Kehadiran mereka menegaskan sinergi antar generasi aktif dan senior dalam merumuskan kebijakan pertahanan.

Salah satu agenda utama adalah proposal overflight yang masih berupa Letter of Intent (LoI) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Menhan menjelaskan bahwa usulan tersebut belum menjadi keputusan final dan masih dalam tahap pembahasan bersama kementerian terkait serta DPR. “Para purnawirawan memberikan masukan yang sangat bernilai, terutama dalam menilai implikasi geopolitik dan potensi keterlibatan Indonesia dalam konflik luar negeri,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen Rico Ricardo Sirait.

🔖 Baca juga:
Demo Kaltim 21 April: Massa Ratusan Ribu Guncang Samarinda, Gubernur Rudy Mas’ud Dihujani Tuntutan Audit Anggaran

Pernyataan tersebut diikuti dengan diskusi intens tentang risiko yang mungkin timbul bila Indonesia memberikan izin lintas udara penuh kepada pesawat militer AS. Beberapa purnawirawan mengingatkan tentang potensi penyalahgunaan izin tersebut, khususnya dalam konteks operasi militer Amerika di Timur Tengah. Mereka menekankan perlunya mekanisme pengawasan yang ketat serta koordinasi dengan lembaga legislatif.

Selanjutnya, agenda UNIFIL menjadi sorotan. Tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon menjadi pengingat akan pentingnya evaluasi terus-menerus terhadap kontribusi Indonesia di medan internasional. Menhan menyampaikan rasa duka mendalam dan berjanji akan meninjau kembali kebijakan penempatan pasukan, termasuk aspek keselamatan dan kesiapan operasional.

Rico menambahkan bahwa masukan purnawirawan tidak hanya terbatas pada isu overflight, melainkan juga mencakup program kerja sama pertahanan dengan negara sahabat, seperti Korea Selatan, serta rencana penambahan kekuatan alutsista TNI. “Kita sedang mengkaji berbagai skenario penguatan kemampuan pertahanan, termasuk modernisasi platform udara, laut, dan darat,” jelasnya.

🔖 Baca juga:
Prabowo Dorong PLTS 17 GW Tahun Ini, Target 100 GW dalam Dua Tahun

Menhan juga menyoroti kunjungan terbaru ke Pentagon pada 13 April, di mana ia menandatangani perjanjian Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) bersama Sekretaris Urusan Perang Amerika, Pete Hegseth. Kesepakatan tersebut diharapkan meningkatkan interoperabilitas antara TNI dan militer AS, namun tetap harus sejalan dengan prinsip kedaulatan dan kepentingan nasional.

Dalam penutupannya, Sjafrie menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia serta memastikan bahwa setiap kebijakan pertahanan selalu mengedepankan kepentingan rakyat. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh purnawirawan TNI yang telah menyumbangkan pengalaman dan wawasannya, serta mengajak mereka terus berkontribusi dalam proses perumusan kebijakan.

Pertemuan ini menandai langkah penting dalam memperkuat dialog antara generasi aktif TNI dan purnawirawan, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang berpegang pada prinsip konstitusi, kedaulatan, dan keamanan regional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *