BERITA

Prabowo Dorong PLTS 17 GW Tahun Ini, Target 100 GW dalam Dua Tahun

×

Prabowo Dorong PLTS 17 GW Tahun Ini, Target 100 GW dalam Dua Tahun

Share this article
Prabowo Dorong PLTS 17 GW Tahun Ini, Target 100 GW dalam Dua Tahun
Prabowo Dorong PLTS 17 GW Tahun Ini, Target 100 GW dalam Dua Tahun

GemaWarta – 25 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat transisi energi nasional dengan menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 17 GW pada tahun 2026. Langkah awal ini menjadi fondasi bagi ambisi besar 100 GW energi terbarukan yang direncanakan akan tercapai dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengungkapkan bahwa Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) telah menyusun rencana detail untuk realisasi PLTS 17 GW. Menurutnya, prioritas utama adalah memetakan lokasi-lokasi strategis yang memiliki biaya pokok penyediaan listrik (BPP) tinggi, khususnya di wilayah jaringan PT PLN (Persero). “Kami akan mengonversi area dengan BPP tinggi menjadi zona PLTS terlebih dahulu,” ujar Yuliot dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada 24 April 2026.

🔖 Baca juga:
Fakta Mengejutkan: kru kapal Gamsunoro Tidak 100% India, Ini Penjelasannya

Rencana ini tidak hanya berfokus pada pemasangan pembangkit berskala besar, melainkan juga mencakup pengembangan proyek surya atap (rooftop) yang dapat menurunkan beban jaringan listrik di daerah perkotaan. Pemerintah menargetkan bahwa sebagian dari 17 GW tersebut akan dipenuhi oleh instalasi rooftop, yang diperkirakan telah mencapai 1,3 GW pada akhir 2025.

Seiring dengan percepatan pembangunan PLTS, Presiden Prabowo juga menginstruksikan penutupan 13 unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang masih beroperasi. Penutupan ini diproyeksikan dapat menghemat hingga 200 ribu barel bahan bakar minyak (BBM) per hari, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor BBM yang masih mencapai satu juta barel per hari.

🔖 Baca juga:
Semangat Kartini Bangkit: PLN Gelorakan 40.000 Perempuan lewat Srikandi Movement
  • Target tahunan: 17 GW PLTS pada 2026.
  • Target jangka panjang: 100 GW PLTS pada 2028.
  • Penutupan PLTD: 13 unit, menghemat 200 ribu barel BBM/hari.
  • Fokus lokasi: daerah dengan BPP tinggi, termasuk proyek rooftop.

Peran sektor korporasi juga semakin signifikan. PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menegaskan komitmennya dalam mendukung target nasional melalui partisipasi aktif di ajang Solartech Indonesia 2026. Direktur Utama PLN IP, Bernadus Sudarmanta, menyatakan bahwa perusahaan akan memperkuat infrastruktur jaringan dan menyediakan layanan teknis bagi pengembang PLTS di seluruh wilayah Indonesia. “Kami berkontribusi melalui anak usaha seperti PLN Indonesia Geothermal, Trina Mas Agra Indonesia, dan PLN Indonesia Power Services untuk memastikan realisasi Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) selaras dengan target 100 GW,” ujarnya.

Selain itu, Kementerian ESDM sedang menyiapkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) terbaru yang selaras dengan target Net Zero Emission (NZE) 2060. Sekretaris Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, Sahid Junaidi, menegaskan bahwa energi surya memiliki potensi terbesar di antara semua sumber energi baru terbarukan, sehingga percepatan PLTS menjadi prioritas utama dalam kebijakan energi negara.

🔖 Baca juga:
Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi: Apa Penyebabnya dan Dampaknya pada BBM Nonsubsidi Indonesia

Secara keseluruhan, strategi pemerintah mencakup tiga pilar utama: (1) percepatan pembangunan PLTS 17 GW sebagai langkah awal, (2) penutupan pembangkit diesel untuk mengurangi impor BBM, dan (3) pengembangan infrastruktur serta dukungan korporat untuk memastikan keberlanjutan proyek. Dengan sinergi antara kementerian, BUMN, dan sektor swasta, diharapkan Indonesia dapat menjadi raksasa energi surya di Asia Tenggara dalam kurun waktu singkat.

Kesimpulannya, target ambisius PLTS 17 GW tahun ini menandai titik balik dalam kebijakan energi Indonesia. Jika berhasil, pencapaian 100 GW pada 2028 akan menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin regional dalam energi terbarukan, sekaligus mengamankan ketahanan energi nasional dan mengurangi beban impor BBM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *