GemaWarta – 08 Agustus 2026 | Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai 5,29% secara tahunan, menurun dari kuartal I 2026 sebesar 5,61%. Meskipun mengalami pelambatan, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani memandang capaian ini sebagai positif dan berharap tren peningkatan bisa terjadi hingga akhir 2026.
Shinta mengakui adanya tekanan terhadap dunia usaha di Tanah Air, termasuk cost-push inflation akibat konflik di Selat Hormuz dan pelemahan nilai tukar yang meningkatkan beban biaya produksi dan bahan baku impor. Selain itu, tekanan permintaan ekspor dari berbagai negara rekan dagang Indonesia juga menjadi tantangan.
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan 2026 tetap baik dan berada dalam kisaran 4,9-5,7% didukung oleh permintaan domestik. BI terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan pemerintah.
Pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura menjadi salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok dalam pengembangan kawasan industri ini diharapkan dapat memperluas investasi dan mempercepat masuknya teknologi baru.
Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026 ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik, dengan konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,06% dan konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 15,97%. Investasi juga tumbuh sebesar 6,87%, didorong oleh pertumbuhan subkomponen kendaraan serta investasi pemerintah dan swasta.
Ekonomi digital juga menjadi salah satu sektor yang menjanjikan, terutama bagi warga Gaza yang mencari nafkah lewat internet. Banyak warga Gaza beralih ke ekonomi digital untuk bertahan hidup, dengan pekerjaan daring untuk klien di luar negeri menjadi salah satu sedikit peluang yang masih tersedia untuk memperoleh penghasilan.
Kesimpulan, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 masih menunjukkan tren positif, meskipun dengan beberapa tantangan. Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah, BI, dan sektor swasta, diharapkan pertumbuhan ekonomi dapat dipertahankan dan ditingkatkan hingga akhir tahun.









