PERISTIWA

Puncak Gunung Piramid: Tantangan dan Bahaya Pendakian

×

Puncak Gunung Piramid: Tantangan dan Bahaya Pendakian

Share this article
Puncak Gunung Piramid: Tantangan dan Bahaya Pendakian
Puncak Gunung Piramid: Tantangan dan Bahaya Pendakian

GemaWarta – 10 Agustus 2026 | Gunung Piramid, terletak di Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dikenal karena medan pendakiannya yang ekstrem dan menantang. Jalur pendakian Gunung Piramid termasuk salah satu yang paling ekstrem di Jawa Timur, dengan tantangan utama berupa jalur punggungan sempit yang disebut "Punggung Naga".

Di beberapa titik, lebar jalur ini hanya berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter, dengan jurang menganga di kedua sisinya. Kondisi ini membuat pendaki harus fokus dan berhati-hati, karena sedikit kesalahan langkah saja dapat berakibat fatal. Medan pendakian gunung ini juga didominasi tanjakan dengan kemiringan tajam, serta permukaan jalur yang terdiri atas tanah gembur dan bebatuan yang mudah licin, terutama setelah turun hujan.

🔖 Baca juga:
Sistem Penerimaan Murid Baru: Antara SPMB dan PPDB, Apa Perbedaannya?

Baru-baru ini, Gunung Piramid kembali menjadi sorotan setelah insiden yang melibatkan pendaki dan pemandu lokal di kawasan Punggung Naga. Peristiwa tersebut menambah catatan panjang kecelakaan di kawasan yang selama ini dikenal memiliki medan pendakian sangat menantang.

Perum Perhutani KPH Bondowoso telah menegaskan bahwa Gunung Piramid bukan merupakan jalur pendakian resmi dan aktivitas pendakian di kawasan tersebut tidak diperbolehkan. Namun, persoalan keselamatan di Gunung Piramid perlu dilihat secara lebih menyeluruh. Penutupan jalur memang dapat menjadi langkah untuk membatasi aktivitas, tetapi perlu dipertimbangkan apakah larangan semata mampu menyelesaikan persoalan apabila aktivitas pendakian masih tetap berlangsung.

🔖 Baca juga:
Jadwal Sholat Jatim 4 Juni 2026 untuk Waktu Imsak hingga Buka Puasa Kamis

Oleh karena itu, selain penegakan larangan, perlu dipertimbangkan pendekatan lain berupa penataan, pengawasan, peningkatan kompetensi pemandu, serta penguatan infrastruktur keselamatan apabila pada masa mendatang terdapat kebijakan untuk membuka dan mengelola jalur tersebut secara resmi.

Setidaknya terdapat empat aspek yang dapat menjadi bahan pertimbangan, yaitu menata legalitas dan sistem perizinan, peningkatan kompetensi pemandu, pengawasan, dan penguatan infrastruktur keselamatan. Dengan demikian, diharapkan keselamatan pendaki dapat lebih terjamin dan kecelakaan dapat diminimalkan.

🔖 Baca juga:
Pagar Jembatan Cangar: Benteng Baja Baru untuk Cegah Aksi Bunuh Diri

Kesimpulan dari pembahasan ini adalah bahwa Gunung Piramid memang menawarkan tantangan dan keindahan alam yang luar biasa, tetapi juga memerlukan penanganan yang serius dan terstruktur untuk memastikan keselamatan para pendaki. Dengan penataan yang tepat dan kesadaran akan bahaya yang ada, diharapkan Gunung Piramid dapat menjadi destinasi pendakian yang aman dan menyenangkan bagi semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *