HUKUM

Skandal Narkotika di TNI: Perwira Tinggi Terlibat, Kasus Pecah Bintang yang Mengejutkan

×

Skandal Narkotika di TNI: Perwira Tinggi Terlibat, Kasus Pecah Bintang yang Mengejutkan

Share this article
Skandal Narkotika di TNI: Perwira Tinggi Terlibat, Kasus Pecah Bintang yang Mengejutkan
Skandal Narkotika di TNI: Perwira Tinggi Terlibat, Kasus Pecah Bintang yang Mengejutkan

GemaWarta – 11 Agustus 2026 | Baru-baru ini, dunia militer Indonesia digemparkan dengan kasus narkotika yang melibatkan perwira tinggi TNI. Mayor Laut Faisal Mulia, Kasiopslat Wing Udara 1 TPI Kepulauan Riau, didakwa menyelundupkan sabu menggunakan pesawat militer CN 235. Kasus ini mulai terungkap saat Faisal dan istrinya menginap di hotel di Batam dan menghubungi seseorang untuk membeli sabu seberat 8 gram.

Faisal kemudian mengemas sabu ke dalam 14 paket dan meminta istrinya mencari pembeli. Ia kemudian menyerahkan 12 paket sabu kepada co-pilot pesawat militer CN 235 untuk dikirim ke tiga orang pembeli di Madiun, Jawa Timur. Namun, rencana Faisal gagal saat ia ditangkap oleh pihak berwajib.

🔖 Baca juga:
Pengadilan Militer Dituding Memperpanjang Impunitas

Kasus ini tidak hanya melibatkan Faisal, tetapi juga beberapa perwira lainnya, termasuk Kapten Laut I Made Surya. Surya mengaku bahwa ia dan Faisal mulai mengenal sabu saat sama-sama berdinas di Lanudal Juanda, Surabaya. Mereka menggunakan sabu untuk menurunkan berat badan agar lolos tes Pendidikan Lanjutan Perwira (Diklapa).

Kasus ini juga mengungkap praktik “pecah bintang” di kalangan perwira tinggi TNI. Pecah bintang adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kenaikan pangkat perwira menengah ke perwira tinggi. Namun, kasus Faisal menunjukkan bahwa proses ini tidak selalu berjalan dengan baik.

🔖 Baca juga:
Konferensi Pers Polda Metro Jaya: Penanganan Kasus Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang

Di sisi lain, 22 perwira tinggi dan perwira menengah Polri dimutasi dalam rangka pensiun. Mereka termasuk dalam daftar mutasi Polri pada Jumat, 31 Juli 2026. Mutasi ini tertuang dalam dua Surat Telegram Kapolri dan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang dilakukan untuk penyegaran organisasi, pembinaan karier, serta optimalisasi pelaksanaan tugas.

Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan integritas dan profesionalisme di kalangan perwira tinggi TNI dan Polri. Pemerintah dan lembaga terkait harus terus berupaya untuk mencegah kasus-kasus narkotika dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kalangan perwira tinggi.

🔖 Baca juga:
Jusuf Kalla Desak Polisi dan Ahli IT Selidiki Dalang Penyebaran Potongan Ceramah di UGM

Kesimpulan, kasus narkotika yang melibatkan perwira tinggi TNI dan mutasi perwira tinggi Polri merupakan contoh dari tantangan yang dihadapi oleh lembaga keamanan dan pertahanan Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya yang lebih serius untuk meningkatkan integritas dan profesionalisme di kalangan perwira tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *