GemaWarta – 26 April 2026 | Pada Jumat, 24 April 2026, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menggelar pertemuan tertutup di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, bersama sejumlah jenderal purnawirawan TNI. Acara ini menegaskan pentingnya silaturahmi purnawirawan TNI dalam merumuskan kebijakan pertahanan nasional serta menjalin dialog lintas generasi.
Para sesepuh yang hadir meliputi Jenderal (Purn) Wiranto, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Jenderal (Purn) Andika Muhammad Perkasa, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, Jenderal (Purn) Agum Gumelar, serta perwakilan TNI Angkatan Laut dan Udara seperti Laksamana (Purn) Agus Suhartono, Marsekal (Purn) Djoko Suyanto, dan lainnya. Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, turut memaparkan arah kebijakan operasional TNI kepada para purnawirawan.
Dalam sambutannya, Menhan menekankan bahwa strategi pertahanan tidak dapat dipisahkan dari prinsip tata kelola negara, konstitusi, serta kepentingan nasional. Ia menambahkan bahwa diskusi kali ini akan membahas isu strategis, termasuk rencana penambahan kemampuan alutsista, kerja sama pertahanan dengan negara sahabat, serta pertimbangan izin lintas udara (overflight clearance) yang diajukan Amerika Serikat. Menurut informasi yang disampaikan oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, usulan tersebut masih berada dalam kajian internal dan tidak termasuk dalam kesepakatan Major Defence Cooperation Partnership (MDCP) antara Indonesia dan AS.
Para purnawirawan memberikan masukan berdasarkan pengalaman mereka selama bertugas. Beberapa menyoroti pentingnya menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia tanpa menimbulkan ketegangan regional, sementara yang lain menekankan perlunya peningkatan kesiapan siber dan pertahanan maritim. Setelah mendengarkan pandangan tersebut, Menhan berjanji akan menyampaikan hasil diskusi kepada DPR serta kementerian terkait untuk penetapan kebijakan lebih lanjut.
Di luar agenda resmi, silaturahmi purnawirawan TNI juga tercermin dalam kegiatan sosial di luar ibukota. Pada Sabtu, 25 April 2026, organisasi alumni Angkatan Sembilan Satu Kedua TNI AD (ALASTUA) turut serta dalam event boxing yang digelar di Café Loka Manik, Batu, Jawa Timur. Acara “Cari Kawan Bukan Lawan” ini menampilkan pertarungan antar‑fighter serta mengedepankan sportivitas, persaudaraan, dan nilai kebersamaan.
Keikutsertaan ALASTUA dalam event tersebut menegaskan peran aktif purnawirawan dalam membina generasi muda melalui olahraga dan kegiatan sosial. Ketua ALASTUA Malang Raya, Mashadi, menyampaikan bahwa melalui kegiatan semacam ini, para veteran dapat menyalurkan semangat pengabdian, menanamkan disiplin, serta menginspirasi pemuda untuk menjauhi hal‑hal negatif. Anggota ALASTUA, Edy Hariyanto, menambahkan bahwa program pembinaan meliputi pelatihan kepemimpinan, edukasi pertahanan, dan aksi kemasyarakatan.
Sinergi antara pertemuan strategis di Jakarta dan aksi sosial di Batu mencerminkan pola silaturahmi purnawirawan TNI yang tidak hanya terbatas pada ruang rapat, melainkan merambah ke komunitas masyarakat luas. Kedua agenda tersebut memperlihatkan bagaimana pengalaman militer dapat diintegrasikan ke dalam upaya pembangunan nasional, baik melalui kebijakan pertahanan maupun melalui pembinaan generasi muda.
Dengan menumbuhkan dialog terbuka antara generasi aktif dan purnawirawan, pemerintah berharap dapat mengoptimalkan pemikiran strategis serta menumbuhkan rasa kebangsaan yang kuat di kalangan masyarakat. Silaturahmi purnawirawan TNI diyakini menjadi jembatan penting dalam memastikan kebijakan pertahanan tetap relevan, adaptif, serta berlandaskan pada kepentingan nasional.











