GemaWarta – 14 Agustus 2026 | Gunung Piramid di Bondowoso, Jawa Timur, baru-baru ini menjadi sorotan setelah dua pendaki ditemukan meninggal dunia di kawasan tersebut. Proses evakuasi yang berlangsung di medan terjal dan berisiko tinggi melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, BPBD Bondowoso, PMI, dan relawan lokal.
Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso untuk memberikan penghargaan kepada seluruh tim gabungan yang terlibat dalam evakuasi. Menurut Dhafir, dedikasi dan keberanian relawan serta petugas patut diapresiasi tinggi karena mereka berhasil menembus medan ekstrem dan membahayakan nyawa demi mengembalikan jenazah korban kepada keluarga.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bondowoso juga melakukan aksi bersih sampah di kawasan Alun-alun Ki Bagus Asra setelah pelaksanaan lomba Gerak Jalan. DLH Bondowoso mengangkut sekitar 3 ton sampah yang berhasil dibersihkan kurang dari satu jam setelah kegiatan berakhir. Kepala DLH Bondowoso, Henry Kurniawan, mengatakan bahwa pola penanganan cepat tersebut menjadi salah satu solusi menghadapi keterbatasan tenaga kebersihan di Kabupaten Bondowoso.
Salah satu pendaki yang ditemukan meninggal, Maliya Finda, dikenal sebagai sosok ramah dan aktif bersepeda. Ia baru saja memiliki cucu pertama sekitar tiga hingga empat bulan lalu. Proses evakuasi jenazah berlangsung sulit karena medan Gunung Piramid yang terjal dan berbatu. Tim menggunakan peralatan khusus dan teknik vertical rescue untuk membawa jenazah dari dasar jurang menuju posko utama.
Kesimpulan, Gunung Piramid Bondowoso masih menyimpan banyak tantangan, baik bagi pendaki maupun bagi upaya pelestarian lingkungan. Dengan kerja sama antara pemerintah, relawan, dan masyarakat, diharapkan keindahan alam dan keamanan pendaki dapat terjaga dengan baik.











