GemaWarta – 16 Agustus 2026 | Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta, kembali menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan kemunculan "Kabinet Bayangan" yang belakangan ramai diperbincangkan. Bahkan, sebuah poster yang beredar mencantumkan nama Anies sebagai presiden dalam struktur tersebut.
Anies sendiri memuji gagasan kabinet bayangan secara positif. Menurutnya, struktur semacam itu dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan gagasan secara lebih terarah.
Menanggapi pandangan yang menyebut Indonesia membutuhkan pemimpin semiotoriter atau sosok strongman agar dapat berkembang, Anies mengatakan bahwa kepemimpinan yang kuat atau strongman dan sistem pemerintahan semiotoriter bukan menjadi jaminan sebuah negara dapat mencapai kemajuan. Anies mempertanyakan penggunaan sejumlah negara sebagai contoh keberhasilan kepemimpinan kuat.
Pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga menyoroti potensi dinamika politik yang bisa timbul dari tingginya elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Elektabilitas Dedi dinilai berpotensi memicu ketidaknyamanan karena dalam survei SMRC mencapai 35 persen, melampaui Prabowo 14,5 persen.
Anies Baswedan juga menghadiri peresmian Balai Warga di Gampong Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Balai yang dibangun oleh Humanies Project tersebut diresmikan dan diberi nama khusus "Balai Pak Anies", sebagai simbol kepedulian dan kolaborasi dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana.
Kehadiran Anies di berbagai acara dan kegiatannya menunjukkan bahwa dirinya masih menjadi figur yang dinantikan di Pilpres 2029. Namun, apakah Anies akan benar-benar mencalonkan diri sebagai presiden masih belum dapat dipastikan.
Kesimpulan dari berbagai peristiwa dan pernyataan Anies Baswedan adalah bahwa dirinya masih memiliki peran penting dalam politik Indonesia. Elektabilitasnya yang tinggi dan kepeduliannya terhadap masyarakat membuatnya menjadi figur yang masih dinantikan oleh banyak orang.











