GemaWarta – 16 Agustus 2026 | Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) merupakan salah satu lembaga tertinggi negara di Indonesia yang mempunyai peran penting dalam menjaga konstitusi dan meneguhkan konsitusionalisme Pancasila. Pada tanggal 18 Agustus, bangsa Indonesia memperingati Hari Konstitusi Republik Indonesia, yang menandai penetapan Undang-Undang Dasar 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
Sebagai bagian dari pimpinan Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI, Djarot Saiful Hidayat menekankan bahwa momentum Hari Konstitusi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan kesempatan untuk menakar sejauh mana konstitusi kita mencerminkan jiwa Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara. Pertanyaan ini penting karena konstitusionalisme bukan sekadar teknik hukum tata negara, melainkan cara pandang tentang bagaimana kekuasaan negara dibatasi dan diarahkan demi kepentingan rakyat.
Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI menyampaikan berbagai capaian pemerintah selama 21 bulan masa kepemimpinannya. Sejumlah agenda strategis yang disampaikan meliputi swasembada pangan dan energi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan, reformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta pengelolaan sumber daya alam.
Fraksi PKB DPRD Bangka Selatan mendesak pemerintah pusat segera mengesahkan RUU Daerah Kepulauan yang saat ini mandek. Kehadiran Undang-Undang Daerah Kepulauan sangat penting sebagai dasar hukum bagi pemberian perlakuan khusus terhadap daerah kepulauan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa empat pedoman utama Presiden Prabowo menjadi dasar dalam memimpin Indonesia selama hampir dua tahun kepemimpinannya.
Dalam Sidang Tahunan MPR RI sekaligus Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, tercatat 629 dari total 732 anggota DPR dan DPD yang menghadiri sidang. Dengan demikian, terdapat 103 anggota MPR yang tidak hadir dalam Sidang Tahunan MPR 2026. Ketua MPR Ahmad Muzani menyampaikan sebagian besar anggota MPR telah hadir untuk mengikuti agenda kenegaraan tersebut.
Kesimpulan dari berbagai peristiwa dan pernyataan tersebut menunjukkan bahwa MPR memiliki peran penting dalam menjaga konstitusi dan meneguhkan konsitusionalisme Pancasila. Dengan memahami sejarah dan makna Hari Konstitusi, diharapkan masyarakat dapat lebih menghargai dan memahami peran MPR dalam menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia.











