BERITA

Sultan Brunei Cabut Gelar Menantu, Pengiran Raabi’atul Adawiyyah: Siapa Dia?

×

Sultan Brunei Cabut Gelar Menantu, Pengiran Raabi’atul Adawiyyah: Siapa Dia?

Share this article
Sultan Brunei Cabut Gelar Menantu, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah: Siapa Dia?
Sultan Brunei Cabut Gelar Menantu, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah: Siapa Dia?

GemaWarta – 17 Agustus 2026 | Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah, baru-baru ini mencabut gelar ‘Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri’ dari menantunya, Pengiran Raabi’atul Adawiyyah. Keputusan ini diambil setelah perilaku Raabi’atul dinilai tidak pantas sebagai bagian dari keluarga kerajaan dan mencoreng nama baik monarki.

Raabi’atul lahir pada 27 Oktober 1992, sebagai anak kedua dari Pengiran Haji Bolkiah dan Pengiran Hajah Noor’aismah. Ia memiliki sembilan saudara, salah satunya bekerja di maskapai Royal Brunei Airlines. Sebelum menjadi bagian dari keluarga kerajaan, Raabi’atul memiliki latar belakang di bidang teknologi informasi dan pernah bekerja sebagai System Data Analyst di BAG Networks.

🔖 Baca juga:
Cuti Bersama Idul Adha 2026: Jadwal Libur dan Potensi Long Weekend

Raabi’atul menikah dengan Pangeran Abdul Malik, putra Sultan Hassanal Bolkiah, pada April 2015. Pernikahan mereka digelar dengan sangat mewah dan meriah. Namun, kini gelar kerajaannya telah dicabut tanpa penjelasan resmi tentang perilaku apa yang dilakukan Raabi’atul.

Keputusan Sultan Brunei ini bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, ia juga telah mencabut gelar kerajaan dari dua isterinya yang telah bercerai, Mariam Abdul Aziz dan Azrinaz Mazhar Hakim. Sultan Hassanal Bolkiah telah memerintah Brunei sejak 1968 dan merupakan monark terlama yang masih bertakhta.

🔖 Baca juga:
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Fenomena Langka yang Dinantikan

Peristiwa pencabutan gelar ini menarik perhatian karena tidak ada pengumuman resmi tentang perpisahan antara Raabi’atul dan Pangeran Abdul Malik. Raabi’atul kini kehilangan gelar ‘Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri’ dan statusnya sebagai bagian dari keluarga kerajaan.

Kesimpulan dari peristiwa ini menunjukkan bahwa keluarga kerajaan Brunei sangat menjaga nama baik dan reputasi mereka. Tindakan yang dianggap tidak pantas atau mencoreng nama baik monarki dapat berakibat serius, termasuk pencabutan gelar dan status.

🔖 Baca juga:
Program Makan Bergizi Gratis Ganda: Dorongan Ekonomi Lokal, Kebijakan Nasional, dan Tantangan Kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *