OLAHRAGA

Como Kalahkan Genoa 2-0, Fabregas Puji Tim Muda dan De Rossi Soroti Pertahanan

×

Como Kalahkan Genoa 2-0, Fabregas Puji Tim Muda dan De Rossi Soroti Pertahanan

Share this article
Como Kalahkan Genoa 2-0, Fabregas Puji Tim Muda dan De Rossi Soroti Pertahanan
Como Kalahkan Genoa 2-0, Fabregas Puji Tim Muda dan De Rossi Soroti Pertahanan

GemaWarta – 27 April 2026 | Dalam lanjutan Serie A 2025-2026 yang berlangsung pada Minggu (26/4/2026) malam WIB, pertandingan antara Genoa dan Como berakhir dengan skor 0-2. Kemenangan dua gol tersebut menempatkan Como di posisi lima klasemen sementara dengan 61 poin, hanya dua angka di belakang Juventus yang berada di urutan keempat.

Genoa memulai pertandingan dengan tekanan tinggi, namun pertahanan mereka tampak rapuh pada situasi bola mati. Gol pertama datang pada menit ke-10 melalui serangan cepat Anastasios Douvikas yang memanfaatkan sebuah crossing dari sisi kiri. Douvikas menepis bola ke dalam jaringan, memberi Como keunggulan awal yang penting.

🔖 Baca juga:
Drama Comeback Inter vs Como Coppa Italia: Nerazzurri Menang 3-2 dan Lolos ke Final

Setelah gol pertama, Genoa berusaha menyeimbangkan permainan, namun tidak berhasil menciptakan peluang bersih. Tim asuhan Daniele De Rossi tampak kesulitan menembus lini pertahanan Genoa yang meskipun agresif, masih memiliki celah pada penyelesaian akhir. Pada menit ke-33, Genoa hampir memperkecil ketertinggalan melalui tembakan Vitinha yang meleset ke luar tiang.

Gol kedua tercipta pada menit ke-68, ketika Assane Diao menambah keunggulan Como dengan sundulan tajam setelah sebuah corner dari Da Cunha. Diao menegaskan kembali keunggulan timnya, sekaligus menutup peluang Genoa yang masih berusaha mengatur serangan balik.

Pelatih Como, Cesc Fabregas, menyatakan kebahagiaan dan kepuasan atas penampilan timnya. “Saya sangat bahagia. Kami memberikan performa hebat, tim bermain bagus, dan kami harus meneruskan ini,” ujar Fabregas kepada Sky Italia. Ia menekankan pentingnya konsistensi, terutama mengingat rata‑rata usia pemain Como yang hanya 24 tahun.

🔖 Baca juga:
Sassuolo Tumbangkan Como 2-1, Fabregas Puji Strategi Grosso Sebagai Mahakarya

Di sisi lain, De Rossi menilai bahwa timnya masih membutuhkan perbaikan, khususnya dalam hal pengaturan lini tengah. Menurutnya, kekurangan kreatifitas pada gelandang membuat Como lebih mudah mengendalikan permainan. Namun, ia tetap memuji upaya tim yang berjuang keras hingga akhir.

Analisis taktik dari media Italia menyoroti bahwa Genoa terlalu bergantung pada serangan melalui bola mati. Kedua gol Como datang dari situasi corner, sementara pertahanan Genoa tampak kacau saat menghadapi crossing. Pergantian formasi Genoa ke 4‑4‑2 di babak kedua tidak memberikan dampak signifikan, karena kreativitas tetap minim.

Rating pemain menunjukkan performa menonjol dari Douvikas dan Diao, masing‑masing mendapatkan nilai 8.0. Di Genoa, Ostigard menjadi pemain terbaik dengan nilai 7.5, sementara De Rossi hanya memperoleh nilai 5.0 karena keterbatasan kontribusi ofensif.

🔖 Baca juga:
Drama di Mapei Stadium: Sassuolo Kembali Menang 2-1 atas Como dalam Pertarungan Seru Serie A

Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting bagi Como, tetapi juga memperkuat posisi mereka dalam persaingan masuk zona Champions League. Dengan selisih dua angka dari Juventus, Como kini berada di jalur yang dapat menembus empat besar jika terus konsisten.

Sementara itu, Genoa kini harus berjuang mengumpulkan poin untuk mengamankan posisi mereka di zona aman dari degradasi. Pada pertandingan berikutnya, mereka akan menghadapi Atalanta, sebuah ujian penting untuk kembali bangkit.

Secara keseluruhan, pertandingan Genoa vs Como menampilkan kualitas taktik dan mentalitas tim muda Como yang semakin matang. Fabregas menegaskan bahwa fokus utama tetap pada perkembangan pemain, bukan sekadar mengejar tempat di Liga Champions.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *