GemaWarta – 22 April 2026 | Pertandingan leg kedua semifinal Coppa Italia 2025-2026 antara Inter Milan dan Como 1907 berlangsung pada Rabu, 22 April 2026 dini hari WIB di Stadion Giuseppe Meazza, Milan. Kedua tim kembali bertemu setelah leg pertama berakhir imbang 0-0 di markas Como, menambah ketegangan untuk memperebutkan tiket final yang sangat diidamkan.
Sejak peluit awal, Inter yang dipimpin oleh pelatih Cristian Chivu menampilkan tekanan tinggi, meski harus menyesuaikan diri tanpa kehadiran Lautaro Martínez yang masih dalam proses pemulihan. Sementara itu, Como yang diasuh oleh mantan bintang Inggris Cesc Fabregas berusaha memanfaatkan keunggulan taktik kolektif dan semangat juang untuk menantang nerazzurri.
Babak pertama menunjukkan pola permainan yang seimbang. Pada menit ke-4, Nico Paz menembakkan tendangan jarak jauh yang hampir menyudutkan kiper Inter, Josep Martinez, namun bola berhasil diselamatkan. Dua menit kemudian, Ange‑Yoan Bonny mengirimkan tembakan ke sisi kiri gawang, tetapi kembali diselamatkan oleh Martinez. Inter mencoba menekan melalui Nicolo Barella yang mengeksekusi tendangan tinggi pada menit ke-13, namun kiper Como, Jean Butez, menangkisnya dengan refleks cepat.
Momentum kritis muncul pada menit ke-32 ketika Martin Baturina, yang bermain untuk Como, menerima umpan tarik dari Ignace van der Brempf dan menaklukkan sudut kiri bawah gawang Inter. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol pada babak pertama, memberi Como keunggulan 1-0 secara agregat. Setelah gol, Inter meningkatkan intensitas serangan, dengan Manuel Akanji dan Federico Dimarco berusaha menciptakan peluang, namun Butez tetap solid.
Berikut susunan pemain yang memulai pertandingan:
| Inter Milan (3‑5‑2) | Como 1907 (4‑2‑3‑1) |
|---|---|
| Josep Martinez | Jean Butez |
| Carlos Augusto | Marc‑Oliver Kempf |
| Francesco Acerbi | Diego Carlos |
| Manuel Akanji | Jacobo Ramon |
| Federico Dimarco | Alex Valle |
| Piotr Zielinski | Maximo Perrone |
| Hakan Calhanoglu | Lucas Da Cunha |
| Nicolo Barella | Ignace van der Brempf |
| Ange‑Yoan Bonny | Martin Baturina |
| Marcus Thuram | Nico Paz |
| Luis Henrique | Anastasios Douvikas |
Inter menatap babak kedua dengan kebutuhan satu kemenangan untuk melaju ke final, sementara Como ingin mempertahankan keunggulan agregat dan menambah tekanan pada nerazzurri. Chivu menekankan pentingnya konsistensi dan tidak menganggap kemenangan di leg pertama sebagai jaminan. “Kita harus tetap fokus, setiap peluang harus dimanfaatkan,” ujarnya dalam konferensi pers pra‑pertandingan.
Di sisi lain, Fabregas menyoroti arti penting laga ini bagi sejarah klub. “Bagi Como, pertandingan ini bukan sekadar semifinal, melainkan kesempatan menulis babak baru dalam sejarah kami,” katanya. Pemain muda Como seperti Lucas Da Cunha dan Maximo Perrone diharapkan menjadi kunci dalam transisi serangan.
Statistik head‑to‑head menunjukkan Inter memiliki catatan lebih baik, namun Como telah membuktikan kemampuan mereka mengganggu nerazzurri dalam pertemuan sebelumnya, termasuk kemenangan 4‑3 pada 4 April 2026 dan seri 0‑0 pada leg pertama. Kedua tim kini berada dalam situasi yang menuntut taktik fleksibel: Inter mengandalkan serangan sayap dan kreativitas Calhanoglu, sementara Como mengandalkan kedalaman lini tengah dan ketajaman Baturina.
Jika Inter gagal mencetak gol di babak kedua, Como berpeluang melaju ke final dengan keunggulan agregat 1‑0. Sebaliknya, satu gol tambahan Inter dapat mengubah dinamika menjadi duel dua gol, menambah intensitas hingga menit akhir. Para analis memprediksi pertandingan akan menjadi pertarungan fisik dengan kemungkinan gol pada menit-menit akhir, mengingat kedua tim memiliki pemain yang masih segar di bangku cadangan.
Secara keseluruhan, leg kedua Inter vs Como menjanjikan drama sepak bola klasik Italia: nerazzurri yang haus gelar domestik melawan tim kuda hitam yang ingin menorehkan prestasi bersejarah. Penonton di stadion dan jutaan pemirsa di televisi nasional ANTV disuguhkan aksi taktis, ketangguhan mental, dan harapan masing‑masing klub untuk menutup kompetisi dengan trofi bergengsi.
Apapun hasil akhirnya, pertandingan ini akan menjadi catatan penting dalam perjalanan kedua tim menjelang akhir musim Serie A, dan menambah cerita menarik dalam sejarah Coppa Italia.











