GemaWarta – 28 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Senin (27 April 2026) meninjau perkembangan program strategis ketenagakerjaan melalui pertemuan dengan Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli. Pertemuan yang berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan tersebut berfokus pada capaian Magang Nasional batch pertama, proses sertifikasi peserta, serta rencana penambahan kuota dan pelatihan vokasi nasional.
Menurut Menteri Yassierli, program Magang Nasional batch pertama telah berhasil menampung lebih dari 14.000 peserta dari seluruh wilayah Indonesia. Seluruh peserta telah menyelesaikan masa magang yang berlangsung di balai‑balai Kementerian Ketenagakerjaan, dan kini berada pada fase persiapan sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi ini diberikan secara gratis sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda.
Berikut ringkasan pencapaian utama Magang Nasional batch 1:
- Jumlah peserta: 14.000+ orang
- Wilayah penempatan: 34 provinsi, mencakup sektor industri, layanan, dan pertanian
- Sertifikasi BNSP: Gratis, dilaksanakan di 12 balai pelatihan Kemenaker
- Durasi magang: 3 sampai 6 bulan, tergantung bidang
Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap hasil tersebut dan menekankan pentingnya keberlanjutan program. “Saya melihat dampak positifnya bagi para pemuda, terutama dalam memperoleh keterampilan yang relevan dengan pasar kerja. Kami akan terus mendukung program ini,” ujar Prabowo.
Selain Magang Nasional, Yassierli juga melaporkan pelaksanaan Pelatihan Vokasi Nasional batch pertama. Program ini menargetkan lulusan perguruan tinggi serta lulusan SMA/SMK dengan total peserta mencapai 10.500 orang. Pelatihan difokuskan pada kompetensi teknis yang dibutuhkan oleh industri, termasuk bidang manufaktur, teknologi informasi, dan layanan kesehatan.
Detail pelatihan vokasi meliputi:
- Jumlah peserta: 10.500 orang
- Kelompok sasaran: Lulusan perguruan tinggi (5.000) dan lulusan SMA/SMK (5.500)
- Lokasi pelatihan: 18 balai pelatihan Kemenaker tersebar di seluruh Indonesia
- Durasi: 4–8 minggu, tergantung modul
Presiden menegaskan bahwa pelatihan vokasi menjadi salah satu pilar utama strategi pemerintah untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional. “Program ini akan menjadi prioritas 2026, karena kita butuh tenaga kerja yang tidak hanya terdidik, tapi juga terampil,” tambah Prabowo.
Mengenai rencana penambahan kuota Magang Nasional, Menteri Yassierli menyatakan bahwa rekomendasi hasil evaluasi telah disampaikan kepada kementerian teknis terkait, termasuk Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Perekonomian. Penambahan kuota masih berada pada tahap kajian, dengan target jangka menengah meningkatkan total kuota menjadi 100.000 peserta dalam tiga batch.
Para peserta magang kini menanti proses sertifikasi BNSP yang dijadwalkan selesai pada kuartal pertama 2027. Sertifikat tersebut diharapkan menjadi nilai tambah signifikan dalam pencarian kerja, terutama bagi sektor yang menuntut standar kompetensi formal.
Dalam kesempatan yang sama, Menaker menyinggung persiapan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang akan datang. Beberapa regulasi terkait perlindungan hak pekerja, upah minimum, dan kebijakan kerja fleksibel sedang dirumuskan dan akan diumumkan oleh Presiden dalam waktu dekat.
Secara keseluruhan, pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui program magang dan vokasi yang terintegrasi, serta menyiapkan landasan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif.









