GemaWarta – 30 April 2026 | Andi Ina Kartika Sari kembali menjadi sorotan publik usai sejumlah laporan mengungkap peran strategisnya dalam dinamika internal Partai Golongan Karya (Golkar) di Provinsi Sulawesi Selatan. Sebagai tokoh yang dikenal memiliki jaringan luas di kalangan birokrat, pengusaha, dan aktivis sosial, ia diperkirakan akan menjadi kandidat kuat dalam pemilihan Ketua Cabang Golkar Sulsel yang dijadwalkan berdekatan dengan Musyawarah Daerah (Musda) menjelang perayaan Iduladha.
Berusia 48 tahun, Andi Ina memulai karier politiknya pada awal 2000-an sebagai anggota DPRD Provinsi Sulsel, mewakili fraksi Golkar. Selama dua periode, ia berhasil mengusung sejumlah regulasi yang berfokus pada pembangunan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, dan reformasi birokrasi. Pengalaman tersebut kemudian mengantarkannya pada jabatan Sekretaris Umum Partai Golkar Provinsi pada 2018, posisi yang ia jabat hingga 2022 sebelum memutuskan mencalonkan diri sebagai Ketua Cabang.
Penguatan posisi Andi Ina tidak lepas dari dukungan tokoh senior partai, Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Dalam pertemuan informal yang dihadiri oleh beberapa orang dekat Bahlil, nama Andi Ina disebutkan sebagai salah satu kandidat potensial yang mampu menyatukan faksi-faksi bersaing di dalam partai. Bahlil menilai bahwa kepemimpinan Andi Ina dapat mempercepat agenda investasi dan pengembangan ekonomi di Sulsel, terutama di sektor pertambangan dan pariwisata yang masih belum optimal.
Musda yang akan digelar sebelum Iduladha menjadi panggung penting bagi partai untuk menegaskan arah kebijakan dan memilih pimpinan baru. Jadwal Musda direncanakan pada minggu pertama Ramadan, memberikan waktu yang cukup bagi calon-calon ketua cabang untuk melakukan kampanye intensif. Selain Andi Ina, dua nama lain yang menjadi sorotan adalah Hadi Prasetyo, mantan Walikota Makassar, dan Rina Sari, pengusaha muda yang baru masuk politik. Namun, analis politik menilai bahwa kombinasi pengalaman legislatif, jaringan bisnis, dan dukungan dari Bahlil memberikan keunggulan kompetitif bagi Andi Ina.
Berbagai langkah kampanye telah diluncurkan, termasuk serangkaian pertemuan dengan kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Gowa, serta dialog terbuka dengan aktivis lingkungan di wilayah pesisir Makassar. Dalam satu pertemuan di Balai Kartini, Gowa, Andi Ina menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan, menambahkan bahwa “kita tidak dapat mengorbankan alam demi pertumbuhan jangka pendek”. Pernyataan ini mendapat respon positif dari para peserta, yang sebagian besar menuntut kebijakan yang lebih berkelanjutan.
Selain agenda politik, Andi Ina juga aktif dalam kegiatan sosial. Ia mendirikan Yayasan Pemberdayaan Perempuan Sulsel yang fokus pada peningkatan akses pendidikan bagi perempuan di daerah terpencil. Program beasiswa yang dijalankan yayasan tersebut telah menyalurkan lebih dari 1.200 beasiswa sejak 2015, meningkatkan tingkat partisipasi perempuan dalam dunia kerja dan politik.
Berikut rangkuman profil singkat Andi Ina Kartika Sari:
- Usia: 48 tahun
- Pendidikan: S2 Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin
- Karier Politik: DPRD Sulsel (2 periode), Sekretaris Umum Golkar Provinsi (2018‑2022)
- Dukungan Utama: Bahlil Lahadalia (Menteri Investasi)
- Fokus Kebijakan: Infrastruktur, UMKM, Investasi, Lingkungan
Pengamat politik memperkirakan bahwa kemenangan Andi Ina dalam pemilihan Ketua Cabang Golkar Sulsel dapat memperkuat posisi partai dalam Pilkada Mendatang, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi nasional di wilayah tersebut. Namun, tantangan internal tetap ada, terutama dalam mengelola harapan faksi-faksi yang bersaing serta menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan.
Dengan Musda yang semakin dekat, intensitas kampanye diperkirakan akan meningkat, menandai fase krusial dalam perebutan kepemimpinan partai di Sulsel. Jika Andi Ina berhasil meraih jabatan tersebut, ia akan berada di posisi strategis untuk mempengaruhi agenda politik regional, sekaligus menyiapkan landasan bagi aspirasi nasional yang lebih luas.
Kesimpulannya, Andi Ina Kartika Sari bukan sekadar nama baru dalam kancah politik Sulsel, melainkan figur yang menggabungkan pengalaman legislatif, jaringan bisnis, serta komitmen sosial yang kuat. Keberhasilannya dalam Musda akan menjadi barometer penting bagi arah masa depan Golkar di provinsi ini, serta potensi kontribusinya dalam memperkuat investasi dan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.









