GemaWarta – 14 Juni 2026 | Demonstrasi mahasiswa di Jakarta beberapa hari terakhir telah memicu perdebatan hangat mengenai pengerahan Komponen Cadangan (Komcad) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pengamanan aksi tersebut. Menurut Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, anggota Komisi I DPR RI, penggunaan Komcad dalam situasi demonstrasi dinilai kurang tepat dan tidak sesuai dengan tugas pokok serta fungsinya.
Hasanuddin menjelaskan bahwa Komcad merupakan bagian dari komponen pertahanan negara yang memiliki fungsi berbeda dengan aparat pengamanan dalam menghadapi aksi penyampaian pendapat di ruang publik. Ia menekankan bahwa keberadaan Komcad lebih diarahkan pada pembinaan dan peningkatan kemampuan sebagai bagian dari sistem pertahanan negara dalam kondisi damai.
Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, penggunaan Komcad memiliki mekanisme dan kondisi tertentu. Komcad tidak digunakan dalam situasi normal atau kondisi damai untuk menghadapi persoalan keamanan dalam negeri, melainkan dalam keadaan perang atau keadaan khusus, seperti menghadapi kondisi tertentu seperti bencana alam besar, dan penggunaannya harus berdasarkan perintah Presiden.
Sementara itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mempertanyakan alasan Kementerian Pertahanan mengerahkan pasukan TNI dan Komcad dalam aksi unjuk rasa mahasiswa. Juru Bicara PDI Perjuangan Romli Guntur menegaskan bahwa TNI dan Komcad bukan alat untuk menghadapi aksi demonstrasi mahasiswa.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menanggapi kritik tersebut dengan menyatakan bahwa koordinasi TNI dan Komcad dengan Polri diperlukan demi menjaga stabilitas nasional serta ketertiban umum di Jakarta. Ia menegaskan bahwa keberadaan TNI dan Komcad merupakan pilar penting dalam sistem pertahanan negara yang bertujuan untuk menjamin keamanan serta kedaulatan NKRI.
Dave juga menjelaskan bahwa pembentukan unsur Komcad adalah bagian dari strategi besar Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Menurutnya, Komcad disiapkan untuk memperkuat kesiapan bangsa dalam menghadapi berbagai potensi ancaman strategis yang mungkin muncul.
Kesimpulan dari perdebatan ini adalah bahwa pengerahan Komcad dan TNI dalam pengamanan demonstrasi mahasiswa memicu perdebatan hangat mengenai fungsi dan peran mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum. Perlu ada evaluasi lebih lanjut mengenai penggunaan Komcad dan TNI dalam situasi demonstrasi untuk memastikan bahwa penggunaan mereka sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya serta tidak melanggar hak-hak sipil.











