GemaWarta – 15 April 2026 | Pelatih ganda putra Malaysia yang berbangga asal Indonesia, Herry Iman Pierngadi atau yang akrab disapa Herry IP, kembali menarik sorotan dunia bulu tangkis. Menjelang akhir tahun 2026, ia menyiapkan serangkaian perombakan pada skuad ganda putra nasional demi menatap target besar: penampilan optimal di Thomas Cup 2026, Asian Games, serta perhitungan poin untuk Olimpiade Los Angeles 2028.
Herry IP mengungkapkan rencananya akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah dua turnamen penting, Indonesia Open dan Australian Open. Ia menegaskan bahwa sampai kedua turnamen tersebut, formasi yang ada masih dipertahankan, namun hasil keduanya akan menjadi acuan utama untuk keputusan akhir. “Kalau ke depan saya rasa sampai Indonesia Open sampai Australia Open masih oke, belum ada perubahan,” ujarnya dalam sebuah wawancara video yang dipublikasikan di portal olahraga nasional.
Dalam jajaran ganda putra Malaysia, ada tiga pasangan yang berhasil menembus peringkat sepuluh besar dunia menurut peringkat resmi BWF per 14 April 2026. Pasangan teratas, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik, menduduki peringkat dua dunia dengan total 93.150 poin. Mereka dipastikan tetap menjadi pilar utama tim, karena Herry IP menilai bahwa konsistensi dan kekompakan mereka sudah berada pada level yang sangat baik. “Kalau Aaron Chia/Soh Wooi Yik saya rasa sudah oke, sudah paten,” tegas pelatih tersebut.
Pasangan kedua, Man Wei Chong dan Tee Kai Wun, berada pada peringkat keenam dunia dengan 73.820 poin. Namun, dinamika terkini menambah ketegangan. Man Wei Chong tengah menjalani proses pemulihan cedera lutut yang dialaminya pada Kejuaraan Asia 2026. Kondisi tersebut membuat Herry IP merasa khawatir, terutama mengingat peran penting pasangan ini dalam agenda Thomas Cup yang akan digelar di Horsens, Denmark.
Pasangan ketiga, Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin, menempati peringkat ketujuh dunia dengan 71.230 poin. Meskipun bukan bagian dari pelatnas resmi, mereka tetap menjadi opsi strategis yang dapat diandalkan bila diperlukan.
Berita mengenai kerentanan Man Wei Chong menjadi sorotan utama dalam laporan bolanet sport. Herry IP menyatakan, “Saya tentu saja khawatir karena kami perlu merencanakan strategi kami untuk Thomas Cup ini.” Ia menambahkan bahwa bila kondisi Man Wei Chong belum pulih sepenuhnya, tim harus menyiapkan alternatif lain, baik dengan meningkatkan peran Goh Sze Fei/Nur Izzuddin atau dengan mengkombinasikan pemain muda yang potensial.
Berikut ini rangkuman posisi tiga pasangan ganda putra Malaysia dalam peringkat BWF terkini:
| Pasangan | Peringkat Dunia | Poin (14 Apr 2026) |
|---|---|---|
| Aaron Chia / Soh Wooi Yik | 2 | 93.150 |
| Man Wei Chong / Tee Kai Wun | 6 | 73.820 |
| Goh Sze Fei / Nur Izzuddin | 7 | 71.230 |
Strategi Herry IP tidak hanya berfokus pada perombakan skuad, melainkan juga pada manajemen poin. Dengan sistem perhitungan BWF yang mengedepankan konsistensi hasil di turnamen bergengsi, Malaysia perlu mengoptimalkan partisipasi di ajang-ajang seperti Asian Games, Commonwealth Games, serta turnamen Super 1000/750. Oleh karena itu, keputusan akhir mengenai perubahan formasi diperkirakan akan diambil pada akhir tahun 2026, setelah menilai hasil akhir dari turnamen-turnamen tersebut.
Selain faktor teknis, Herry IP menekankan pentingnya komunikasi intens dengan pemain dan asisten pelatih. “Kita harus banyak bicara dulu dengan para pemain, harus bicara dulu dengan beberapa pelatih juga, asisten saya. Kita diskusi bagaimana yang terbaik untuk mempersiapkan Asian Games dan yang jauh lebih penting untuk permulaan tahun depan untuk perhitungan poin Olimpiade,” ujarnya.
Dengan tiga pasangan berada di posisi sepuluh besar dunia, Malaysia memiliki basis yang kuat untuk bersaing di level internasional. Namun, ketidakpastian kondisi fisik pemain dan kebutuhan akan strategi poin membuat tantangan semakin kompleks. Keputusan Herry IP dalam merombak atau mempertahankan formasi akan menjadi penentu utama bagi harapan Malaysia meraih medali di Thomas Cup 2026 dan menyiapkan tiket Olimpiade 2028.
Kesimpulannya, Herry IP berada pada persimpangan penting antara menjaga stabilitas tim yang telah terbukti serta mengakomodasi kebutuhan adaptasi akibat cedera dan persaingan poin. Jika ia mampu menyeimbangkan kedua aspek tersebut, ganda putra Malaysia berpotensi tetap menjadi kekuatan dominan di panggung bulu tangkis dunia dalam beberapa tahun ke depan.









