GemaWarta – 01 Mei 2026 | Makkah mengalami lonjakan suhu yang signifikan pada Jumat, 1 Mei 2026. Pagi hari suhu berkisar 24°C, kemudian naik cepat hingga mencapai puncak 38°C pada siang hari. Sore hari suhu sedikit turun menjadi 35°C sebelum kembali hangat pada malam hari dengan kisaran 31°C. Kelembaban udara sangat rendah, hanya sekitar 20%, menandakan kondisi kering yang meningkatkan risiko dehidrasi, terutama bagi jemaah haji yang berada di Tanah Suci.
Kecepatan angin di kota suci relatif ringan, berkisar 11 km/jam, sehingga tidak cukup untuk menurunkan suhu yang menyengat. Data ini dirilis oleh Kementerian Haji dan Umrah melalui Early Warning System (EWS) yang mengacu pada AccuWeather. Menyadari kondisi ekstrem ini, Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi lansia dan mereka yang memiliki komorbiditas. Disarankan untuk melaksanakan Salat Jumat di hotel, menggunakan pelembab kulit, masker, serta menyemprotkan air ke tubuh secara berkala.
Minum air putih atau air Zamzam sebanyak 200 mililiter per jam sangat dianjurkan, tanpa menunggu rasa haus. Jika diperlukan, air dapat dicampur dengan oralit untuk menambah elektrolit. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mencegah dehidrasi, kelelahan, dan masalah kesehatan lainnya selama ibadah di lingkungan yang panas dan kering.
Prediksi suhu untuk hari berikutnya, Sabtu, 2 Mei 2026, menunjukkan tren peningkatan lebih lanjut, dengan suhu maksimum berpotensi mendekati 40°C. Kondisi panas kering diperkirakan akan bertahan selama beberapa hari ke depan, sehingga jemaah haji harus terus mematuhi protokol kesehatan dan perlindungan diri.
Di Indonesia, cuaca tidak kalah penting untuk dipantau. Di Semarang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan akan potensi hujan ringan pada sore hingga malam hari Jumat, 1 Mei 2026. Meskipun intensitasnya ringan, warga diimbau tetap waspada, terutama para pengendara sepeda motor dan orang yang beraktivitas di luar ruangan. Hujan ringan ini biasanya disertai awan mendung yang menebal menjelang petang, menurunkan suhu udara yang semula cukup terik di pagi dan siang hari.
BMKG menekankan bahwa wilayah Jawa Tengah termasuk Semarang berada dalam zona pemantauan hujan lebat hingga sangat lebat, meski perkiraan khusus kota ini menunjukkan hujan ringan. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk selalu membawa payung atau jas hujan, memeriksa kondisi kendaraan, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat angin kencang berpotensi muncul bersamaan dengan hujan.
- Gunakan perlengkapan hujan seperti payung atau jas hujan.
- Pastikan lampu dan rem kendaraan berfungsi optimal.
- Hindari area terbuka yang rentan terhadap kilat atau angin kencang.
- Minum cukup cairan untuk mengatasi dehidrasi meski cuaca lebih sejuk.
Selain Semarang, beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta diperkirakan akan mengalami kondisi serupa, dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hari. Meskipun tidak ada data terperinci untuk Palembang, Bali, dan Pontianak dalam rangkaian laporan, biasanya wilayah-wilayah tersebut juga mengalami fluktuasi cuaca yang dipengaruhi oleh sistem tekanan barat laut pada awal bulan Mei.
Keseluruhan, kondisi cuaca pada hari Jumat, 1 Mei 2026, menuntut kesiapsiagaan khusus di dua wilayah berbeda: suhu ekstrem di Makkah yang menuntut tindakan preventif bagi jemaah haji, serta potensi hujan ringan di beberapa kota Indonesia yang mengharuskan masyarakat tetap waspada terhadap perubahan mendadak. Dengan mematuhi rekomendasi yang diberikan, baik jemaah haji maupun warga Indonesia dapat menjalani aktivitas harian dengan aman dan nyaman.











