Religi

Meninggal di Madinah, Calon Haji Bengkulu Terserang Jantung Usai Shalat di Masjid Nabawi

×

Meninggal di Madinah, Calon Haji Bengkulu Terserang Jantung Usai Shalat di Masjid Nabawi

Share this article
Meninggal di Madinah, Calon Haji Bengkulu Terserang Jantung Usai Shalat di Masjid Nabawi
Meninggal di Madinah, Calon Haji Bengkulu Terserang Jantung Usai Shalat di Masjid Nabawi

GemaWarta – 02 Mei 2026 | Padang, 2 Mei 2026 – Kabar duka menyelimuti Embarkasi Padang setelah seorang calon haji asal Bengkulu, berusia 54 tahun, meninggal dunia di Madinah pada Rabu, 29 April 2026. Nama almarhum adalah Tukiman Sadi Kromo Karso, yang tergabung dalam kloter PDG 04. Kejadian ini menambah daftar jemaah Indonesia yang mengalami komplikasi kesehatan selama musim haji 2026.

Menurut keterangan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang, M. Rifki, almarhum dinyatakan sehat dan stabil pada saat keberangkatan dari Padang pada Senin, 27 April 2026. Namun, riwayat penyakit jantung yang telah lama dideritanya menempatkannya pada kategori risiko tinggi. Tim medis kloter memastikan bahwa semua pemeriksaan pra-keberangkatan telah selesai dan tidak menemukan kelainan yang menghalangi perjalanan.

🔖 Baca juga:
Prabowo Dorong PLTS 17 GW Tahun Ini, Target 100 GW dalam Dua Tahun

Saat tiba di Madinah, Tukiman sempat melaksanakan shalat di Masjid Nabawi pada sore hari. Aktivitas ibadah berjalan lancar hingga sekitar pukul 06.00 WIB setempat pada keesokan harinya, ketika ia ditemukan tidak sadarkan diri di pelataran Masjid Nabawi. Petugas kesehatan kloter segera memberikan pertolongan pertama dan kemudian mengirimnya ke Rumah Sakit As‑Salam Madinah untuk penanganan lanjutan.

Di rumah sakit, dokter mendiagnosis almarhum mengalami serangan jantung akut (acute myocardial infarction) yang dipicu oleh penyumbatan pembuluh koroner. Meskipun telah dilakukan tindakan medis intensif, kondisi tidak dapat diselamatkan dan pada pukul 07.15 waktu setempat, Tukiman dinyatakan meninggal dunia.

Berita duka ini kemudian disampaikan kepada keluarga di Indonesia melalui pihak Kedutaan Besar Arab Saudi dan Kemenhaj Sumbar. Jenazah almarhum telah diproses pemulasaraan dan dimakamkan di Pemakaman Baqi, Madinah, tempat yang paling mulia bagi umat Islam.

🔖 Baca juga:
Purbaya Usul Pajaki Kapal di Selat Malaka Picu Protes Regional dan Perdebatan Kebijakan
  • 27 April 2026 – Keberangkatan dari Embarkasi Padang, kondisi dinyatakan stabil.
  • 28 April 2026 – Kedatangan di Madinah, melakukan ibadah di Masjid Nabawi.
  • 29 April 2026, 06.00 – Tidak sadarkan diri di pelataran Masjid Nabawi.
  • 29 April 2026, 07.15 – Meninggal dunia setelah perawatan di RS As‑Salam.

Kejadian ini mengingatkan semua calon haji dan jemaah haji tentang pentingnya memantau kesehatan secara ketat, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis. Kemenhaj menegaskan bahwa seluruh kloter dilengkapi dengan tim medis profesional, namun penanggung jawab pribadi tetap wajib melaporkan gejala kesehatan yang dirasakan selama perjalanan.

Dalam konferensi pers yang digelar pada 2 Mei 2026, Kepala Biro Kemenhaj RI, Moh. Hasan Afandi, menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat tujuh jemaah haji Indonesia yang meninggal selama pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026, dua di antaranya di Madinah. Ia menambahkan bahwa sebanyak 5.576 jemaah telah menerima layanan rawat jalan, 105 dirujuk ke klinik kesehatan haji, dan 125 dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi.

Para petugas kloter menekankan pentingnya istirahat yang cukup, hidrasi yang memadai, dan menghindari aktivitas fisik berlebih, khususnya pada hari‑hari pertama setelah tiba di tanah suci. Mereka juga mengimbau jemaah untuk selalu mengikuti arahan petugas medis dan tidak menunda melaporkan keluhan kesehatan apa pun.

🔖 Baca juga:
Danza: BYD Ganti Nama Denza Setelah Kalah di Mahkamah Agung, Komitmen Tetap Kuat di Pasar Indonesia

Kasus Tukiman Sadi Kromo Karso menjadi pelajaran berharga bagi seluruh komunitas haji Indonesia. Selama proses pemulangan jenazah, pihak Kemenhaj bekerja sama dengan otoritas setempat untuk memastikan prosedur berjalan sesuai syariat dan peraturan internasional.

Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Kementerian Haji dan Umrah akan terus meningkatkan standar layanan kesehatan bagi jemaah, agar tragedi serupa dapat diminimalisir di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *