Politik

Kanselir Jerman Ungkap Kekhawatiran: AS Mulai Kehabisan Rudal Tomahawk, Dampak pada Keamanan Eropa

×

Kanselir Jerman Ungkap Kekhawatiran: AS Mulai Kehabisan Rudal Tomahawk, Dampak pada Keamanan Eropa

Share this article
Kanselir Jerman Ungkap Kekhawatiran: AS Mulai Kehabisan Rudal Tomahawk, Dampak pada Keamanan Eropa
Kanselir Jerman Ungkap Kekhawatiran: AS Mulai Kehabisan Rudal Tomahawk, Dampak pada Keamanan Eropa

GemaWarta – 05 Mei 2026 | Jerman pada Senin (4/5/2026) mengumumkan keprihatinan serius mengenai ketersediaan Rudal Tomahawk yang disuplai Amerika Serikat. Kanselir Friedrich Merz menegaskan bahwa indikasi kehabisan amunisi tersebut menimbulkan tantangan baru bagi pertahanan kolektif NATO dan memaksa Eropa untuk memperkuat kapabilitas militernya secara mandiri.

Menurut pernyataan resmi yang disampaikan di ibukota Berlin, Merz menyoroti fakta bahwa Amerika Serikat, yang selama dekade terakhir menjadi penopang utama sistem pertahanan Barat, kini menghadapi keterbatasan produksi dan stok Rudal Tomahawk. “Jika situasi ini berlanjut, pasokan senjata kritis bagi Jerman dan sekutu Eropa akan terganggu,” ujar Kanselir dalam sebuah konferensi pers.

🔖 Baca juga:
UU PPRT Disahkan: Pemberi Kerja Wajib Beri Cuti, THR, dan Jaminan Sosial untuk Pekerja Rumah Tangga

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menambahkan bahwa penarikan sekitar 5.000 tentara Amerika dari pangkalan di Jerman, yang terjadi setelah perselisihan kebijakan antara kedua negara, mempercepat kebutuhan untuk memperkuat struktur militer dalam negeri. Pistorius menekankan, “Kami harus meningkatkan personel, memperluas pembelian senjata, dan membangun infrastruktur pertahanan yang lebih resilient.”

Langkah-langkah konkret yang diumumkan pemerintah Jerman meliputi:

  • Peningkatan anggaran pertahanan menjadi 3,1% dari Produk Domestik Bruto (PDB), setara dengan 144,9 miliar euro pada tahun 2027.
  • Pengembangan program modernisasi sistem rudal darat dan laut, termasuk investasi dalam platform peluncuran yang dapat menampung Rudal Tomahawk atau alternatif serupa.
  • Koordinasi intensif dengan negara‑negara NATO di Eropa Barat, khususnya Prancis, Italia, Polandia, dan Inggris, untuk menyusun doktrin pertahanan bersama.
  • Penguatan kehadiran militer Jerman di wilayah strategis seperti Ramstein dan Grafenwoehr, sekaligus memperluas latihan gabungan dengan sekutu‑sekutu utama.

Pengumuman tersebut datang tak lama setelah DPA International melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat sebelumnya, Joe Biden, pada tahun 2024 telah berjanji menyediakan Rudal Tomahawk kepada Jerman. Namun, Merz menegaskan, “Kenyataan di lapangan menunjukkan pasokan tidak mencukupi bahkan untuk kepentingan Amerika sendiri.”

🔖 Baca juga:
Mungkin Dunia Memerlukan Donald Trump untuk Menciptakan Persatuan Global yang Baru

Para analis militer menilai bahwa krisis pasokan Rudal Tomahawk dapat mempercepat transisi Eropa menuju sistem senjata yang lebih independen. Salah satu skenario yang dibahas meliputi peningkatan produksi rudal buatan Eropa, kerja sama riset dengan negara‑negara seperti Swedia dan Belanda, serta eksplorasi opsi peluncuran berbasis darat yang lebih fleksibel.

Di sisi lain, hubungan trans‑Atlantik tetap menjadi prioritas strategis. Merz menegaskan, “Kami tetap berkoordinasi dengan Washington dan negara‑negara NATO lainnya untuk memastikan keamanan kawasan, khususnya dalam konteks konflik di Ukraina.” Ia menambahkan bahwa meskipun pasokan senjata mungkin tertunda, komitmen bersama terhadap pertahanan kolektif tidak berubah.

Keputusan Jerman untuk menambah anggaran pertahanan pada 2027 merupakan bagian dari rencana jangka panjang negara tersebut untuk menjadi kekuatan militer konvensional terkuat di Eropa pada tahun 2039. Dengan target belanja militer mencapai 3,1% PDB, Jerman berupaya menutup kesenjangan teknologi dan meningkatkan kesiapan operasionalnya.

🔖 Baca juga:
Takut Bicara Politik? Survei SMRC Ungkap Kekhawatiran Meningkat di Era Prabowo

Secara keseluruhan, pernyataan Kanselir Merz dan Menteri Pistorius menandai titik balik dalam kebijakan pertahanan Eropa. Ketersediaan Rudal Tomahawk yang terbatas mendorong diskusi serius tentang kemandirian pertahanan, alokasi sumber daya, serta peran Jerman sebagai pendorong utama keamanan kawasan.

Langkah selanjutnya akan melibatkan evaluasi mendalam terhadap kebutuhan logistik, penyesuaian kontrak pembelian senjata, dan penguatan aliansi regional. Sementara itu, perhatian dunia tetap terfokus pada bagaimana Amerika Serikat akan menanggapi kekhawatiran ini dan apakah pasokan Rudal Tomahawk akan kembali stabil dalam jangka menengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *