OLAHRAGA

Drama Menegangkan Cremonese vs Lazio: Noslin Ganda Gol Penentu Kemenangan Biancocelesti

×

Drama Menegangkan Cremonese vs Lazio: Noslin Ganda Gol Penentu Kemenangan Biancocelesti

Share this article

GemaWarta – 05 Mei 2026 | Pertandingan Serie A putaran ke-35 pada 5 Mei 2026 di Stadion Giovanni Zini, Cremona, menyuguhkan drama akhir pekan yang tak terlupakan bagi para pecinta sepak bola Italia. Cremonese, yang masih berjuang di zona degradasi, sempat memimpin 1-0 berkat tembakan keras Federico Bonazzoli pada menit ke-29. Namun, Lazio berhasil membalikkan keadaan dengan dua gol cepat di babak kedua, termasuk gol penentu yang dicetak oleh Tijjani Noslin pada injury time.

Gol pembuka Bonazzoli menjadi sorotan utama pada babak pertama. Penyerang Cremonese menembakkan bola keras dari luar kotak penalti yang melesat tepat ke sudut kanan gawang Lazio, memaksa kiper tim tamu, Adam Marušić, terpaksa melakukan penyelamatan darurat. Keberhasilan Bonazzoli memberi harapan bagi Cremonese yang berada di peringkat 18 dengan 28 poin, hanya tiga poin di atas zona aman.

🔖 Baca juga:
Inter vs Parma 2026: Drama Scudetto di San Siro, Sejarah Kemenangan & Prediksi Akhir

Menjelang jeda, Emil Audero, kiper Timnas Indonesia yang menjadi garda terdepan Cremonese, berhasil menjaga gawangnya tetap bersih. Audero mencatat rating 5,7, dengan satu penyelamatan penting, sembilan kali recoveries, dan satu kali sapuan dari total 44 sentuhan bola. Penampilannya cukup solid pada 45 menit pertama, namun tekanan Lazio mulai terasa setelah istirahat.

Babak kedua dimulai dengan intensitas tinggi. Pada menit ke-53, Gustav Isaksen membuka kembali kedudukan bagi Lazio berkat assist cerdas dari Tijjani Noslin. Gol tersebut tidak hanya menyamakan kedudukan, tetapi juga mengubah dinamika permainan. Lazio menampilkan pola serangan yang lebih agresif, memaksa pertahanan Cremonese yang mulai terdesak.

Tekanan semakin memuncak ketika Tijjani Noslin, yang sebelumnya memberikan assist, mencetak gol penentu pada injury time. Gol ini memastikan kemenangan 2-1 bagi Biancocelesti dan menambah beban mental bagi Cremonese yang kini harus berjuang keras dalam tiga laga terakhir melawan Pisa, Udinese, dan Como.

🔖 Baca juga:
Ragnar Oratmangoen di Ambang Degradasi: Drama FCV Dender dan Dampaknya bagi Timnas Indonesia

Pelatih Marco Giampaolo menyampaikan kekecewaannya pasca pertandingan. “Kekalahan ini tidak dapat diterima, terlepas dari kesalahan yang kami buat. Tim baru saja melewati periode panjang kekecewaan, kesulitan, dan kemunduran di klasemen,” ujar Giampaolo. Ia menambahkan bahwa tim harus tetap tenang dan mengatur kembali mentalitas untuk mengakhiri musim dengan hasil yang lebih baik.

Sementara itu, pelatih Lazio, Maurizio Sarri, memuji ketangguhan timnya. “Kami memanfaatkan peluang dengan baik, terutama di fase akhir. Noslin memang pemain kunci yang memberi kontribusi penting,” kata Sarri dalam konferensi pers pasca laga.

Berikut rangkuman statistik utama pertandingan:

🔖 Baca juga:
Prediksi Fabio Capello: Inter Milan Siap Kuasai Coppa Italia Final 2026 di Stadio Olimpico
  • Skor akhir: Cremonese 1-2 Lazio
  • Gol: Federico Bonazzoli (29′), Gustav Isaksen (53′), Tijjani Noslin (injury time)
  • Kiper Cremonese: Emil Audero – rating 5,7, 1 penyelamatan
  • Poin Cremonese setelah pertandingan: 28 poin (peringkat 18)
  • Poin Lazio setelah pertandingan: 55 poin (peringkat 6)

Kekalahan ini menambah tekanan pada Cremonese yang kini hanya memiliki tiga pertandingan tersisa. Dengan selisih empat poin dari Lecce, tim Marco Giampaolo harus berharap pada hasil negatif lawan atau memanfaatkan peluang maksimal di laga mendatang. Secara matematis, peluang bertahan di Serie A masih terbuka, namun tidak ada ruang untuk kesalahan.

Di sisi lain, Lazio melanjutkan perjuangannya untuk mengamankan tempat di zona tengah klasemen, menargetkan finish di posisi empat besar untuk mengamankan tiket kompetisi Eropa musim depan. Penampilan Noslin menjadi bukti bahwa kedalaman skuad Lazio dapat menjadi faktor penentu di sisa musim.

Dengan drama yang berakhir di menit-menit akhir, pertandingan Cremonese vs Lazio menjadi contoh betapa krusialnya konsistensi dan ketangguhan mental dalam kompetisi yang penuh tekanan seperti Serie A.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *