GemaWarta – 05 Mei 2026 | Musim 2025/2026 Premier League memasuki pekan ke-35 dengan persaingan tajam di puncak klasemen. Arsenal kini menempati posisi teratas dengan selisih enam poin dari rival terdekatnya, Manchester City. Klasemen sementara Liga 1 menunjukkan dinamika poin yang semakin sempit, menjanjikan pertarungan seru hingga akhir musim.
Posisi Puncak dan Selisih Poin
Arsenal, dipimpin oleh impresi kolektif pemain seperti Bukayo Saka dan Gabriel Martinelli, berhasil mencatatkan serangkaian kemenangan penting. Kemenangan atas Manchester United di laga sebelumnya menambah poin mereka menjadi 78 poin dari 34 pertandingan. Sementara itu, Manchester City, meski masih unggul dalam jumlah total gol, harus menelan hasil imbang 3-3 melawan Everton, yang menurunkan total poin mereka menjadi 72.
| Posisi | Klub | Pertandingan | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Arsenal | 34 | 78 |
| 2 | Manchester City | 34 | 72 |
| 3 | Liverpool | 34 | 68 |
| 4 | Chelsea | 34 | 65 |
| 5 | Tottenham Hotspur | 34 | 63 |
Data di atas mencerminkan selisih enam poin antara Arsenal dan Manchester City, sekaligus menegaskan bahwa dua pertandingan lagi yang dimiliki City dapat menjadi faktor penentu. Pep Guardiola sendiri menegaskan bahwa timnya masih “penuh energi” dan tidak menganggap hasil imbang tersebut sebagai kegagalan.
Faktor Kunci Perubahan Peringkat
- Jadwal pertandingan yang tersisa: City memiliki dua pertandingan tambahan dibanding Arsenal, memberi mereka kesempatan untuk mengejar selisih poin.
- Performansi pemain kunci: Gabriel Jesus dan Phil Foden harus kembali ke performa terbaiknya, sedangkan Arsenal mengandalkan konsistensi Saka dan Martinelli.
- Strategi pelatih: Guardiola berjanji akan terus “berjuang” dan menyesuaikan taktik, sementara Mikel Arteta menekankan pentingnya mempertahankan momentum.
Selain Arsenal dan City, Liverpool berada di posisi ketiga dengan 68 poin, namun selisih tiga poin dari City membuat mereka masih dalam perburuan. Chelsea dan Tottenham Hotspur melengkapi lima besar, namun jarak poin yang lebih besar menurunkan peluang mereka meraih gelar.
Reaksi dan Harapan
Para analis menganggap bahwa fase akhir musim ini akan menjadi “maraton taktik” antara Arteta dan Guardiola. Kedua tim diprediksi akan mengoptimalkan rotasi pemain untuk menghindari cedera, mengingat jadwal padat dan tekanan mental yang tinggi.
Di sisi lain, para suporter menunjukkan antusiasme yang tinggi. Stadion-stadion dipenuhi dengan nyanyian serta harapan bahwa gelar juara akan kembali ke klub mereka. Arsenal mengandalkan dukungan fanbase yang solid, sementara City mengandalkan reputasi sebagai tim yang hampir tak terkalahkan.
Dengan hanya tiga pekan tersisa, setiap poin menjadi krusial. Arsenal harus mengamankan kemenangan di laga terakhirnya melawan Tottenham, sementara City berusaha menambah tiga poin maksimum melawan tim yang berada di zona relegasi. Kemenangan atau kekalahan pada laga-laga ini akan menentukan apakah Arsenal dapat mempertahankan puncak klasemen sementara Liga 1 atau City berhasil menggeser posisi mereka dalam hitungan hari.
Persaingan ini tidak hanya menjadi sorotan domestik, namun juga menarik perhatian pengamat internasional yang menilai kualitas kompetisi Premier League sebagai salah satu liga terkuat di dunia.
Apapun hasil akhirnya, musim ini telah menunjukkan bahwa persaingan di puncak klasemen sementara Liga 1 semakin ketat, menambah daya tarik bagi para penggemar hingga laga penutup.









