GemaWarta – 06 Mei 2026 | Jakarta, 6 Mei 2026 – Pasar saham Indonesia kembali menjadi sorotan utama setelah serangkaian perkembangan penting yang meliputi investasi baru, pergerakan indeks, serta rekomendasi saham harian. Salah satu sorotan utama adalah pembelian saham GoTo oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang mencatat kepemilikan di bawah 1 persen, sekaligus penurunan tajam harga saham GoTo ke level Rp50 per lembar akibat isu potongan aplikator ojek online.
Direktur Corporate Secretary GoTo, R.A. Koesoemohadiani, menyatakan bahwa perusahaan menyambut baik langkah investasi tersebut sebagai bukti kepercayaan berkelanjutan terhadap fundamental usaha, kinerja, serta prospek jangka panjang GoTo. CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan rencananya untuk meningkatkan kepemilikan secara bertahap, meski saat ini masih berada di bawah batas 1 persen yang diwajibkan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk pelaporan publik.
Pergerakan IHSG dan Sentimen Investor Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan Rabu diperkirakan akan menguji level resistance 7.100‑7.120 setelah menutup naik 1,22% pada hari sebelumnya. Namun, aksi jual saham oleh investor asing mencapai Rp318 miliar pada Selasa, dengan penjualan terbesar pada saham BMRI, BBCA, ANTM, INCO, dan AADI. Analisis BNI Sekuritas memperkirakan jika IHSG gagal menembus resistance, risiko koreksi kembali ke level support 6.950‑7.000 tetap tinggi, terutama mengingat nilai tukar rupiah yang mendekati Rp17.500 per dolar.
Kinerja Perbankan Raksasa dan Target Saham
Kuartal pertama 2026 menunjukkan kinerja keuangan solid dari perbankan raksasa Indonesia. Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Mandiri (BMRI) mencatat pertumbuhan laba bersih yang konsisten, didukung oleh peningkatan margin bunga bersih dan penurunan rasio kredit bermasalah. Analis menargetkan BBCA pada kisaran Rp9.500‑Rp9.800, BBRI pada Rp4.300‑Rp4.500, dan BMRI pada Rp5.600‑Rp5.800 per lembar, dengan asumsi kondisi makroekonomi tetap stabil.
Rekomendasi Saham Harian dari BNI Sekuritas
- BUMI (BUMI) – sektor pertambangan, prospek kenaikan harga komoditas.
- AKRA (AKRA) – infrastruktur, proyek jalan tol utama.
- ARCI (ARCI) – konsumen, ekspansi jaringan retail.
- MDKA (MDKA) – otomotif, permintaan mobil listrik.
- BRPT (BRPT) – transportasi, integrasi layanan logistik.
Rekomendasi tersebut disusun berdasarkan analisis teknikal yang menunjukkan momentum bullish pada level support masing-masing saham, serta fundamental yang mendukung pertumbuhan jangka menengah.
Two Stocks Exit Suspension: BAIK and MSIE
BEI membuka kembali suspensi perdagangan pada dua emiten, yaitu PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) dan PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE). BAIK, yang sebelumnya sempat terdaftar dalam Full Call Auction (FCA) selama satu minggu, kembali diperdagangkan dengan kenaikan tipis 0,75% pada harga Rp670 setelah sebelumnya melonjak 20,91% sebelum suspensi. Sementara MSIE mencatat reli berkelanjutan dengan harga mencapai batas Auto Reject Atas (ARA) sebanyak 13 kali berturut‑turut, menandakan tekanan beli yang kuat meski berada pada level volatilitas tinggi.
Isu Potongan Aplikator Ojek Online dan Dampaknya pada GoGoTo
Di sisi lain, GoTo menghadapi tekanan harga saham akibat rumor pemotongan pendapatan bagi aplikasi ojek online yang dikelola. Meskipun perusahaan belum mengonfirmasi detail kebijakan tersebut, spekulasi pasar menyebabkan penurunan harga saham ke level Rp50 per lembar, menciptakan kekhawatiran akan likuiditas dan profitabilitas unit transportasi daring. Manajemen GoTo menegaskan komitmen untuk menjaga kesejahteraan mitra driver dan menunggu klarifikasi regulator sebelum mengambil langkah kebijakan lebih lanjut.
Secara keseluruhan, dinamika pasar pada hari ini memperlihatkan interaksi kompleks antara investasi institusional, kebijakan perusahaan, serta sentimen global yang mempengaruhi aliran modal. Investor disarankan untuk memperhatikan level support‑resistance IHSG, mengkaji kembali eksposur terhadap saham GoTo, serta menilai peluang pada rekomendasi saham yang memiliki fundamental kuat.
Dengan mempertimbangkan semua faktor tersebut, strategi diversifikasi dan pemantauan reguler terhadap kebijakan internal perusahaan menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas pasar yang masih tinggi.











