GemaWarta – 06 Mei 2026 | Penampilan Myles Lewis-Skelly pada semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid menjadi sorotan utama setelah ia dipindahkan ke posisi gelandang tengah. Pemain berusia 19 tahun itu memulai pertandingan melawan tim Spanyol dengan peran yang jarang ia mainkan di musim ini, menggantikan Martin Zubimendi yang kelelahan setelah mencatatkan menit terbanyak di lini tengah Arsenal.
Thierry Henry, mantan legenda Arsenal, memuji penampilan Lewis-Skelly di Monday Night Football. Henry menilai bahwa pemain muda tersebut berbeda dari biasanya, menyoroti kemampuannya mengontrol bola, membaca permainan, dan berperan agresif dalam memecah serangan lawan. “Dia menguasai permainan, maju, dan mengendalikan tempo. Itu luar biasa,” ungkap Henry.
Jamie Carragher, analis sepak bola, menambahkan bahwa keberhasilan Lewis-Skelly tidak lepas dari perubahan taktik yang dilakukan oleh Mikel Arteta. Carragher menilai bahwa penempatan Declan Rice lebih dalam memberikan dinamika baru, namun Lewis-Skelly memberikan energi segar di posisi enam, meniru peran yang pernah ia jalani di akademi Hale End. “Dia tampak menikmati kembali posisi aslinya, berlari ke setiap bola dan mengendalikan permainan,” kata Carragher.
Declan Rice sendiri, yang berduet dengan Lewis-Skelly di lini tengah, memuji rekan mudanya itu. Rice mengingat kembali penampilan gemilang Lewis-Skelly pada tahun lalu saat melawan Real Madrid di Bernabeu, menegaskan bahwa kemampuan yang ditunjukkan di Madrid tidak mengherankan mengingat latihan kerasnya di belakang layar. “Dia selalu siap, dan pelatihan kerasnya membuahkan hasil ketika dilempar ke kedalaman lapangan,” ujar Rice dalam wawancara pasca-pertandingan.
Namun, keputusan Arteta tidak lepas dari kritik. Rio Ferdinand, legenda Manchester United, melontarkan pertanyaan tajam mengenai penanganan Lewis-Skelly di musim ini. Ferdinand menyoroti bahwa pemain tersebut hanya mendapatkan tiga kali start di Premier League, meski memiliki potensi besar. “Saya masih bingung kenapa dia tidak mendapatkan lebih banyak menit bermain. Energi dan agresinya sangat dibutuhkan,” kata Ferdinand dalam programnya.
Ferdinand menambahkan bahwa dengan performa impresif melawan Fulham dan Atletico, Lewis-Skelly layak mempertahankan posisinya di akhir musim. Ia juga mengingatkan bahwa Zubimendi menunjukkan tanda-tanda kelelahan, sedangkan Lewis-Skelly memberikan kilat semangat yang diperlukan Arsenal untuk bersaing di liga domestik dan kompetisi Eropa.
Penggunaan Lewis-Skelly di lini tengah juga memunculkan spekulasi mengenai masa depannya di Arsenal. Beberapa analis menilai bahwa jika pemain muda ini terus tampil konsisten, ia dapat menjadi pilihan utama dalam susunan Arteta, terutama mengingat kebutuhan Arsenal untuk mempertahankan gelar liga dan mengejar gelar ganda. Namun, ada pula rumor bahwa klub-klub besar seperti Manchester United telah menunjukkan minat untuk merekrutnya, menambah tekanan pada keputusan manajer.
Berbagai suara dari mantan pemain hingga analis kini menyoroti satu hal yang sama: Myles Lewis-Skelly memiliki potensi untuk menjadi bintang masa depan Arsenal. Penampilannya melawan Atletico Madrid tidak hanya membantu tim melaju ke final, tetapi juga memicu perdebatan tentang strategi Arteta dalam mengoptimalkan bakat muda di skuad. Dengan sisa beberapa pertandingan Premier League dan final Liga Champions yang menanti, keputusan tentang peran Lewis-Skelly akan menjadi faktor krusial dalam menentukan arah Arsenal ke depan.
Kesimpulannya, penampilan gemilang Lewis-Skelly menegaskan bahwa kepercayaan Arteta terhadap pemain muda dapat menghasilkan hasil yang signifikan. Jika ia terus mendapatkan menit bermain yang cukup, Arsenal memiliki peluang kuat untuk menutup musim dengan trofi berganda, sekaligus menyiapkan generasi berikutnya untuk mengisi posisi kunci di tim utama.









