GemaWarta – 11 Mei 2026 | Tanggal 10 Mei diperingati sebagai Hari Lupus Sedunia sejak tahun 2004 untuk meningkatkan kesadaran global terhadap penyakit autoimun tersebut. Lupus adalah penyakit autoimun kronis di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ sehat sendiri. Gejalanya beragam, mulai dari ruam kulit, kelelahan ekstrem, nyeri sendi, hingga komplikasi serius pada ginjal, jantung, dan otak.
Di Indonesia, penderita lupus sering kali menghadapi tantangan diagnosis yang terlambat karena gejala yang mirip penyakit lain. Menurut data, lupus lebih banyak menyerang perempuan usia produktif (15-45 tahun). Hari Lupus Sedunia menjadi momentum kampanye “Make Lupus Visible”, mendorong masyarakat untuk mengenali gejala, mendukung penelitian, dan menghilangkan stigma.
Selain lupus, 10 Mei juga ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai Hari Internasional Argania sejak 2021. Pohon argan (Argania spinosa) adalah spesies endemik Maroko yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi tinggi. Minyak argan yang dihasilkan dari biji pohon ini dikenal sebagai “cairan emas” karena manfaatnya untuk kecantikan, kesehatan, dan kuliner.
Peringatan ini menekankan pentingnya pelestarian hutan argan yang menjadi penopang kehidupan masyarakat setempat, terutama perempuan yang terlibat dalam proses produksi minyak argan. Ancaman deforestasi dan perubahan iklim membuat hari ini relevan untuk kampanye konservasi biodiversitas.
Di Indonesia, tanggal 10 Mei juga diperingati sebagai hari jadi Komando Operasi Udara Nasional untuk mengenang sejarah pertahanan udara negara. Berbagai peringatan internasional dan nasional menjadikan 10 Mei sebagai hari refleksi dan edukasi bagi masyarakat.
Kesadaran akan lupus dan upaya pelestarian lingkungan seperti pohon argan menjadi penting untuk diteruskan dan ditingkatkan. Dukungan terhadap penelitian dan penderita lupus, serta partisipasi dalam kampanye konservasi, dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Dalam memperingati Hari Lupus Sedunia dan Hari Internasional Argania, kita semua dapat berperan dalam meningkatkan kesadaran dan mendukung upaya untuk mengatasi tantangan yang dihadapi. Dengan demikian, kita dapat bersama-sama membangun masyarakat yang lebih peduli dan berkelanjutan.











