TEKNO

Indosat Ungkap Risiko Siber Makin Ganas, Apa yang Harus Dilakukan?

×

Indosat Ungkap Risiko Siber Makin Ganas, Apa yang Harus Dilakukan?

Share this article
Indosat Ungkap Risiko Siber Makin Ganas, Apa yang Harus Dilakukan?
Indosat Ungkap Risiko Siber Makin Ganas, Apa yang Harus Dilakukan?

GemaWarta – 12 Mei 2026 | Indosat Ooredoo Hutchison melalui Indosat Business mengungkap lonjakan ancaman keamanan siber di era kecerdasan buatan (AI) yang kini semakin sulit dideteksi. Fenomena seperti AI fraud, deepfake, hingga ransomware disebut menjadi ancaman serius bagi perusahaan di Indonesia seiring pesatnya transformasi digital nasional.

Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah, mengatakan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia harus diimbangi dengan ketahanan siber yang memadai. “Cyber resilience bukan lagi isu teknologi semata, tetapi fondasi kepercayaan dan keberlangsungan bisnis,” ujar Buldansyah.

🔖 Baca juga:
Alibaba Dikejutkan: Data Kesehatan 500.000 Warga UK Bocor, Sementara Raksasa E‑Commerce Gencarkan Investasi AI Besar

Menurutnya, kebutuhan perusahaan saat ini tidak hanya sebatas konektivitas internet dan teknologi digital, tetapi juga kemampuan menghadapi ancaman siber modern yang terus berkembang. Ia menilai perusahaan membutuhkan pendekatan keamanan yang lebih strategis, adaptif, dan terintegrasi untuk menghadapi era AI.

Deputy Head of Master IT Program Swiss German University, Charles Lim, menambahkan bahwa serangan siber berkembang jauh lebih cepat dan semakin sulit dideteksi, terutama dengan munculnya AI-enabled fraud dan deepfake. “Korporasi perlu beralih dari pendekatan yang reaktif menuju cyber resilience yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” jelasnya.

🔖 Baca juga:
AI Gantikan Pekerjaan, Gaji Turun, dan Profesional Masih Tak Puas: Dampak Nyata di Pasar Tenaga Kerja Indonesia

Data menunjukkan sektor fintech mengalami kenaikan penipuan AI sebesar 1.550 persen, mengancam keberlangsungan bisnis perusahaan nasional. Hanya 11 persen perusahaan di Indonesia yang dinilai siap menghadapi ancaman siber modern menurut Cisco tahun 2025.

Indosat Sebut Ketahanan Siber Kini Jadi Fondasi Bisnis. Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah, mengatakan bahwa ketahanan siber bukan lagi isu teknologi semata, tetapi fondasi kepercayaan dan keberlangsungan bisnis.

🔖 Baca juga:
Google Gemini Mengguncang Industri: Dari Mobil Pintar hingga Pertahanan AI‑First Amerika

Indosat melalui Indosat Business melihat langsung bagaimana percepatan transformasi digital turut memperluas tantangan keamanan siber yang dihadapi korporasi. Kebutuhan tersebut kini tidak lagi hanya sebatas konektivitas dan teknologi, tetapi juga kemampuan membangun ketahanan siber yang adaptif, terintegrasi, dan siap menghadapi ancaman modern.

Kesimpulan, ancaman siber di Indonesia kini makin kompleks dan sulit dideteksi. Perusahaan harus mempersiapkan diri dengan pendekatan keamanan yang lebih strategis, adaptif, dan terintegrasi untuk menghadapi era AI. Dengan demikian, perusahaan dapat meminimalkan risiko keamanan siber dan memastikan keberlangsungan bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *