GemaWarta – 14 Mei 2026 | Polri kembali melaksanakan rotasi dan mutasi jabatan terhadap Perwira Tertinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri pada Kamis, 7 Mei 2026. Rotasi dan mutasi jabatan terhadap Pati dan Pamen tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026 tanggal 7 Mei 2026.
Tercatat 108 personel masuk daftar mutasi dengan pergeseran jabatan yang terdiri dari promosi, pergeseran jabatan setara (flat), selesai pendidikan, serta memasuki masa pensiun. Dari Mutasi Polri 2026 tersebut, tercatat 91 personel mengalami promosi maupun pergeseran jabatan setara (flat), dari sejumlah posisi di Mabes Polri dan kewilayahan.
Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyebut mutasi jabatan menjadi bagian dari proses pembinaan karier dan penguatan organisasi di tubuh Polri. "Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis," kata Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
Mutasi terhadap 108 Pati dan Pamen pada Mei 2026 menjadi langkah besar Polri dalam memanajemen organisasi satuannya untuk memasuki babak baru dari pelayanan yang lebih profesional, menjaga kepemimpinan berkesinambungan, dan memastikan institusi Polri tetap relevan dan tangguh dalam mengayomi seluruh rakyat Indonesia.
Selain itu, terdapat 9 jabatan Kapolda yang turut mengalami pergantian, yaitu Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, Kapolda Kaltara Brigjen Pol Agus Wijayanto, Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto, Kapolda Kalbar Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, Kapolda Malut Brigjen Pol Arif Budiman, Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid, Kapolda Sultra Brigjen Pol Dr. Himawan Bayu Aji, serta Kapolda Sulteng Brigjen Pol Nasri.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta agar perizinan tambang harus diproses dengan cermat agar tidak merusak alam. Selain itu, ia menekankan agar ada jaminan reklamasi. "Nilai pertumbuhan ekonomi memang penting, tapi aspek alam harus dijaga demi keseimbangan. Dengan manajemen pelestarian, maka tidak terjadi bencana alam dan nonalam," ujar Luthfi.
Irjen Pipit Rismanto yang baru saja dilantik sebagai Kapolda Jawa Barat memiliki pengalaman dalam menangani kasus tambang di Bangka. Dengan pengalaman ini, diharapkan Irjen Pipit Rismanto dapat membantu meningkatkan profesionalisme Polri dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis.
Kesimpulan, mutasi Polri 2026 merupakan langkah besar dalam memanajemen organisasi Polri untuk memasuki babak baru dari pelayanan yang lebih profesional. Dengan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki oleh para pejabat baru, diharapkan Polri dapat tetap relevan dan tangguh dalam mengayomi seluruh rakyat Indonesia.









