Internasional

Menteri Luar Negeri Singapura Berharap Diplomasi dan Dialog untuk Mengakhiri Konflik Timur Tengah

×

Menteri Luar Negeri Singapura Berharap Diplomasi dan Dialog untuk Mengakhiri Konflik Timur Tengah

Share this article
Menteri Luar Negeri Singapura Berharap Diplomasi dan Dialog untuk Mengakhiri Konflik Timur Tengah
Menteri Luar Negeri Singapura Berharap Diplomasi dan Dialog untuk Mengakhiri Konflik Timur Tengah

GemaWarta – 12 Mei 2026 | Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, baru-baru ini melakukan panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, untuk membahas tentang konflik yang terjadi di Timur Tengah. Dalam panggilan tersebut, Balakrishnan menekankan pentingnya diplomasi dan dialog dalam mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

Menurut Balakrishnan, semua pihak yang terlibat dalam konflik harus berpartisipasi dalam negosiasi dengan itikad baik untuk mencapai resolusi yang tahan lama. Ia juga menyoroti pentingnya membuka kembali Selat Hormuz, yang telah ditutup sejak awal konflik pada tanggal 28 Februari. Sebelumnya, sekitar satu per lima dari minyak dan gas alam cair dunia mengalir melalui selat tersebut.

🔖 Baca juga:
Trump ultimatum Iran: Duduk di Meja Perundingan atau Hadapi Konsekuensi Berat

Posisi Singapura secara konsisten adalah bahwa semua negara harus menikmati hak lintas bebas melalui selat yang digunakan untuk navigasi internasional, sebagaimana diatur oleh Konvensi PBB tentang Hukum Laut tahun 1982 dan hukum internasional kebiasaan. Balakrishnan menambahkan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh sangat penting untuk stabilitas regional, keamanan energi global, dan perdagangan internasional.

Selain itu, Balakrishnan juga menekankan pentingnya Iran untuk terus memenuhi kewajibannya dalam Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir dan memastikan bahwa program nuklirnya tetap damai. Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya telah lama menuduh Iran mencari senjata atom, tetapi Tehran telah membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa mereka memiliki hak untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai sebagai pihak dalam perjanjian.

🔖 Baca juga:
Iran Tegas: Uranium Iran Tak Akan Diserahkan ke AS, Bantah Klaim Trump

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga diharapkan akan hadir dalam pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS di New Delhi, India. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 14 dan 15 Mei 2026 dan diharapkan akan membahas konflik regional dan menetapkan panggung untuk KTT BRICS yang akan datang pada September.

Meskipun ada ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, pertemuan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kerja sama dan dialog antara negara-negara yang terlibat. Dengan demikian, diharapkan konflik di Timur Tengah dapat segera diatasi dan stabilitas regional dapat dipulihkan.

🔖 Baca juga:
Harga Minyak Melonjak Tajam: Brent Pecahkan USD104/Barel, WTI Menembus USD100, dan Dampak Keluar UEA dari OPEC

Dalam beberapa tahun terakhir, konflik di Timur Tengah telah menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak yang terlibat untuk berpartisipasi dalam negosiasi dan dialog yang konstruktif untuk mencapai resolusi yang tahan lama dan memulihkan stabilitas regional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *