GemaWarta – 17 April 2026 | Sevilla menjadi saksi pertarungan menegangkan pada pertandingan perempat final UEFA Europa League antara Real Betis dan SC Braga pada 16 April 2026. Di Estadio La Cartuja yang dipadati sekitar 66.694 penonton, kedua tim menampilkan permainan ofensif yang menghasilkan delapan gol, mengantarkan SC Braga menjuarai agregat 5-3 dan melaju ke semifinal.
Awal laga dimulai dengan serangan cepat Real Betis. Pada menit ke-13, Antony berhasil membuka keunggulan melalui tendangan kepala setelah serangan balik yang dipicu oleh kehilangan bola di lini tengah Braga. Gol kedua muncul tak lama setelahnya pada menit ke-26, ketika Abde Ezzalzouli menambah keunggulan 2-0 setelah memanfaatkan umpan silang yang tidak dapat ditahan oleh lini belakang Braga.
Namun, SC Braga tidak tinggal diam. Pada menit ke-38, Pau Victor menyamakan kedudukan menjadi 2-1 setelah menerima umpan dari Víctor Gómez dan mengeksekusi tembakan tepat ke sudut atas gawang. Tak lama setelah jeda istirahat, pada menit ke-49, Vítor Carvalho menambah satu gol lagi untuk Braga, memanfaatkan peluang dari serangan balik yang melibatkan Lukas Hornicek di lini pertahanan Betis.
Menit ke-53 menjadi titik balik penting ketika Ricardo Horta mengeksekusi penalti dengan tenang, menyamakan kembali skor menjadi 2-2. Gol tersebut tidak hanya mengembalikan kepercayaan diri Braga, tetapi juga menandai momentum bagi tim asuhan Carlos Vicens.
Di babak kedua, SC Braga menambah keunggulan dua gol secara berurutan. Pada menit ke-74, Gorby Baptiste, pemain asal Prancis, mencetak gol spektakuler melalui voli yang mengarah ke sudut atas gawang, menjadikan skor 4-2 untuk Braga. Gol terakhir pada menit ke-80 (waktu tambahan) menutup rapatnya laga, memastikan kemenangan 4-2 di waktu reguler dan 5-3 secara agregat.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi serangan Braga. Tim Portugis mencatat total tembakan ke arah gawang sebanyak 18 kali, dengan 9 di antaranya berada di dalam kotak penalti, dibandingkan 12 tembakan Real Betis dengan 5 tepat sasaran. Penguasaan bola berada di angka 54% untuk Braga, menandakan kontrol permainan yang lebih baik di tengah lapangan.
Berikut rangkuman susunan pemain dan taktik yang digunakan:
| Tim | Formasi | Manajer | Skor |
|---|---|---|---|
| Real Betis | 4-3-3 | Manuel Pellegrini | 2 |
| SC Braga | 4-2-3-1 | Carlos Vicens | 4 |
Para pemain kunci Real Betis antara lain Antony, Abde Ezzalzouli, serta gelandang Pablo Fornals yang berusaha mengatur tempo serangan. Di sisi lain, SC Braga menampilkan performa gemilang dari Pau Victor, Vítor Carvalho, dan penyerang Gorby Baptiste yang menjadi penentu kemenangan.
Setelah hasil ini, SC Braga melaju ke semifinal melawan lawan yang belum ditentukan, sementara Real Betis harus mengakhiri kampanye mereka di kompetisi Eropa musim ini. Pelatih Manuel Pellegrini menyatakan kekecewaannya namun tetap menghargai perjuangan tim, sementara Carlos Vicens memuji mental juara para pemainnya yang mampu melakukan comeback spektakuler.
Kesimpulannya, pertandingan ini menjadi contoh klasik bagaimana sebuah tim dapat mengubah keadaan lewat strategi tepat, eksekusi gol di momen krusial, dan ketangguhan mental. SC Braga menegaskan diri sebagai salah satu kontestan kuat di UEFA Europa League 2025/2026, sementara Real Betis harus mengevaluasi kelemahan defensif yang terbongkar dalam laga ini.











