BERITA

BRIN Minta Maaf Atas Kesalahan Desain Garuda di Hari Lahir Pancasila

×

BRIN Minta Maaf Atas Kesalahan Desain Garuda di Hari Lahir Pancasila

Share this article
BRIN Minta Maaf Atas Kesalahan Desain Garuda di Hari Lahir Pancasila
BRIN Minta Maaf Atas Kesalahan Desain Garuda di Hari Lahir Pancasila

GemaWarta – 02 Juni 2026 | Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meminta maaf atas kesalahan desain gambar Garuda di Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 yang diunggah dalam akun media sosial instansi.

BRIN menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah mereka bagikan.

🔖 Baca juga:
Wapres Gibran Rakabuming Raka Melayat Ryamizard Ryacudu, Simbol Penghormatan Negara

Hal ini menjadi pelajaran bagi mereka untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang.

BRIN mengucapkan terima kasih atas masukan dan kontrol dari masyarakat.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah mereka perbaiki.

Unggahan konten BRIN yang memuat gambar Garuda menuai sorotan warganet.

Publik mengkritik desain tersebut tak sesuai pakem lambang negara.

🔖 Baca juga:
Libur Nasional Juni 2026: Daftar Lengkap Tanggal Merah dan Informasi Penting

Salah satu sorotan adalah jumlah bulu burung Garuda.

Jumlah bulu pada sayap tidak berjumlah 17 helai, bulu pada ekor tidak 8 helai, kemudian pada leher tidak 45 helai.

Selain itu, warganet juga curiga desain tersebut digunakan menggunakan kecerdasan buatan (AI).

BRIN juga melakukan penelitian tentang migrasi manusia prasejarah di Asia Tenggara.

Peneliti Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah (PR APS) BRIN, Vida Pervaya Rusianti Kusmartono menjelaskan, penelitian geomorfologi dan paleogeografi memperlihatkan Paparan Sunda pada zaman Pleistosen mempunyai sistem sungai besar yang sekarang tenggelam karena kenaikan muka laut.

🔖 Baca juga:
Libur Idul Adha 2026: Rincian Jadwal dan Potensi Long Weekend

Ia menilai jaringan sungai purba ini kemungkinan pernah menjadi koridor ekologis yang mendukung persebaran manusia prasejarah menuju wilayah pedalaman ataupun kawasan Wallacea.

Mobilitas manusia prasejarah kemungkinan tidak hanya mengikuti jalur pesisir, tetapi juga memanfaatkan sistem sungai purba sebagai jalur perpindahan.

BRIN juga bekerja sama dengan Australia untuk melacak virus berbahaya pada satwa liar di Pasar Tradisional Sulawesi Utara.

Kesimpulan dari kejadian ini adalah BRIN harus lebih teliti dan cermat dalam membuat dan menyebarkan konten, serta melakukan penelitian yang lebih akurat tentang migrasi manusia prasejarah di Asia Tenggara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *