BERITA

Cineplex Kuasai Layar Lebar Bali dan Surabaya, Sementara Menghadapi Geopolitik di Kamboja

×

Cineplex Kuasai Layar Lebar Bali dan Surabaya, Sementara Menghadapi Geopolitik di Kamboja

Share this article
Cineplex Kuasai Layar Lebar Bali dan Surabaya, Sementara Menghadapi Geopolitik di Kamboja
Cineplex Kuasai Layar Lebar Bali dan Surabaya, Sementara Menghadapi Geopolitik di Kamboja

GemaWarta – 20 April 2026 | Industri hiburan layar lebar Indonesia terus bergulir dengan kehadiran jaringan bioskop ternama, Cineplex, yang mendominasi jadwal tayang di dua kota utama: Bali dan Surabaya. Pada Senin, 20 April 2026, para penonton di Denpasar dapat menemukan film horor lokal Ghost in The Cell di Denpasar Cineplex, sementara di Surabaya, bioskop-bioskop seperti CGV Marvell City dan CGV Maspion Square menayangkan ragam genre mulai dari horor, aksi, hingga drama. Keberagaman penawaran tersebut mencerminkan strategi Cineplex yang menyesuaikan selera lokal sekaligus memanfaatkan film internasional berprofil tinggi.

Di Denpasar, jadwal Cineplex menampilkan empat judul utama: Ghost in The Cell, David, The Super Mario Galaxy Movie, dan Project Hail Mary 2026. Film horor Ghost in The Cell menjadi magnet utama penonton, mengingat popularitas genre horor di kalangan milenial Bali. Sementara itu, penonton yang menginginkan pengalaman visual futuristik dapat menyaksikan The Super Mario Galaxy Movie dalam format 2D SphereX dengan tiket seharga Rp 26.000.

🔖 Baca juga:
Joko Anwar Buka Akses Gratis Aset Film Ghost in the Cell untuk UMKM, Dorong Ekonomi Kreatif Nasional

Surabaya menawarkan pilihan yang lebih luas dengan delapan jaringan bioskop utama. CGV Marvell City menayangkan judul-judul seperti Bhooth Bangla, Wind Breaker, The Kings Warden, serta Lee Cronin’s The Mummy. Film The Mummy karya Lee Cronin, yang menonjolkan elemen horor ekstrem, dijadwalkan pada pukul 12.55, 14.55, dan 19.50 WIB dengan tiket regular 2D Rp 26.000. CGV Maspion Square, di sisi lain, menampilkan Tiba Tiba Setan dan Warung Pocong, memperkuat tren horor lokal yang sedang naik daun.

Berbagai format tayang seperti 4DX, SphereX, dan regular 2D menambah nilai tambah bagi penonton yang menginginkan pengalaman sinematik lebih intens. Harga tiket bervariasi antara Rp 20.000 hingga Rp 60.000, tergantung pada format dan waktu tayang, memberikan pilihan ekonomis bagi berbagai segmen masyarakat.

🔖 Baca juga:
SIM Keliling Surabaya 14-18 April 2026: Jadwal Lengkap, Lokasi, dan Persyaratan Perpanjangan

Namun, di balik kesuksesan domestik, Cineplex menghadapi tantangan geopolitik yang signifikan. Pada awal 2026, Major Cineplex Group Plc, perusahaan induk Cineplex di Thailand, mengumumkan penjualan seluruh kepemilikan 70% di Major Platinum Cineplex (Cambodia) Co Ltd kepada Sabay Digital Group. Keputusan ini dipicu oleh penurunan pendapatan sebesar 29% pada tahun 2025 akibat konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja serta kampanye boikot produk Thailand di pasar Kamboja.

Penjualan tersebut menandai keluarnya salah satu pemain terbesar dalam industri bioskop regional dari pasar Kamboja, yang sebelumnya memiliki enam cabang dengan 33 layar di Phnom Penh, Siem Reap, dan Poipet. Meskipun demikian, operasional di Indonesia tetap kuat, dengan total 188 cabang dan 854 layar di seluruh Thailand dan luar negeri, termasuk jaringan yang dikelola di Bali dan Surabaya.

🔖 Baca juga:
Sheila On 7 Ungkap Alasan Vakum Lama dan Kebersamaan Istimewa dengan Letralive di Konser Bali 2026

Kondisi ini mencerminkan dinamika bisnis yang dipengaruhi tidak hanya oleh selera penonton tetapi juga oleh faktor eksternal seperti kebijakan perdagangan dan sentimen nasionalis. Bagi Cineplex, fokus pada pasar domestik Indonesia menjadi strategi mitigasi risiko sambil menjaga loyalitas penonton melalui penawaran konten yang beragam dan teknologi terkini.

Secara keseluruhan, kehadiran Cineplex di Bali dan Surabaya menunjukkan pola pertumbuhan yang stabil, sementara penyesuaian strategi di Asia Tenggara menegaskan pentingnya fleksibilitas operasional dalam menghadapi ketegangan geopolitik. Penonton dapat terus menikmati film favorit mereka dengan berbagai pilihan harga dan format, sementara perusahaan menyiapkan langkah-langkah adaptif untuk memastikan kelangsungan bisnis di tengah perubahan pasar yang cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *