GemaWarta – 08 Juni 2026 | Pemerintah membuka peluang baru bagi para non-ASN dan honorer yang belum lulus seleksi PPPK dan P3K PW untuk diangkat sebagai pegawai penugasan khusus di sektor kesehatan. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan di wilayah pelosok.
Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Umar Kaderi, mengatakan bahwa perekrutan tenaga kesehatan penugasan khusus ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan tenaga dokter, perawat, apoteker, bidan, dan lainnya, terutama di daerah luar Kota Sampit.
Umar menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga kesehatan di Kotim saat ini masih sangat tinggi, terutama di luar wilayah Kota Sampit yang hingga kini masih mengalami keterbatasan tenaga medis maupun tenaga kesehatan lainnya.
Selain itu, pemerintah juga membuka seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Sekolah Rakyat tahun 2026. Rekrutmen ini mencakup formasi guru dan tenaga kependidikan yang akan ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia.
Kementerian Sosial (Kemensos) menyediakan 5.127 formasi untuk tenaga kependidikan, yang tersebar pada sejumlah jabatan dan jenjang pendidikan. Formasi ini juga membuka kesempatan untuk lulusan SMA/SMK/sederajat.
Syarat untuk mendaftar sebagai tenaga kependidikan Sekolah Rakyat antara lain adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berusia paling rendah 20 tahun dan paling tinggi 45 tahun, dan memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan syarat jabatan.
Pelamar juga harus sehat jasmani dan rohani, serta memiliki catatan kepolisian yang bersih. Mereka juga harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan bekerja secara sif, bertempat tinggal di sekitar Sekolah Rakyat, dan/atau diprioritaskan tinggal di asrama Sekolah Rakyat.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dan tidak mengeklik tautan mencurigakan yang ada di dalam poster yang beredar tentang pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026.
Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara BKN, Wisudo Putro Nugroho, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai pembukaan pendaftaran CPNS 2026.
Wisudo mengingatkan masyarakat untuk hanya memercayai kanal resmi pemerintah dan portal SSCASN dalam mencari informasi valid mengenai seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN).
Dalam kesimpulan, pemerintah membuka peluang baru bagi para non-ASN dan honorer untuk diangkat sebagai pegawai penugasan khusus di sektor kesehatan, serta membuka seleksi PPPK untuk Sekolah Rakyat tahun 2026. Masyarakat diimbau untuk lebih selektif dan tidak mengeklik tautan mencurigakan yang ada di dalam poster yang beredar tentang pembukaan seleksi CPNS 2026.











