BERITA

Cuaca Ekstrem: Suhu Tinggi dan Gelombang Panas Mengancam

×

Cuaca Ekstrem: Suhu Tinggi dan Gelombang Panas Mengancam

Share this article

GemaWarta – 06 Agustus 2026 | Cuaca ekstrem telah menjadi fenomena yang semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia. Suhu tinggi dan gelombang panas telah mengancam kehidupan manusia dan lingkungan. Di Surabaya, cuaca cerah berawan dengan suhu udara berkisar antara 23-33 derajat Celsius telah menjadi hal yang biasa. Namun, kelembapan udara yang tinggi membuat cuaca terasa hangat dan tidak nyaman.

Di sisi lain, cuaca ekstrem juga telah mempengaruhi kesehatan ibu hamil. Cold plunge, atau berendam air dingin, tidak dianjurkan bagi ibu hamil karena dapat mengganggu aliran darah ke plasenta dan meningkatkan risiko persalinan prematur atau kematian janin. Sebagai gantinya, ibu hamil dapat melakukan mandi air dingin atau kompres dingin untuk meredakan nyeri dan stres.

🔖 Baca juga:
Perfect Crown Episode 12: Kontroversi dan Kesalahan dalam Drama Korea

Selain itu, nyamuk juga telah menjadi masalah yang serius di berbagai daerah. Penyebab sebagian orang disukai nyamuk ternyata dipengaruhi oleh napas, suhu tubuh, dan bau kulit. Untuk mencegah gigitan nyamuk, orang dapat menggunakan cara pencegahan seperti mengenakan pakaian yang menutupi kulit, menggunakan repellent, dan menghindari area yang banyak nyamuk.

Di Korea Selatan, gelombang panas telah menyebabkan kematian 19 orang. Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, telah menetapkan fenomena suhu panas ekstrem sebagai bencana nasional dan memerintahkan para pejabat untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kehidupan sehari-hari masyarakat.

🔖 Baca juga:
Waspada El Nino Godzilla: Ancaman Panas Ekstrem, Kebakaran, dan Krisis Kesehatan di Jawa Barat serta Depok

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah memprakirakan cuaca di wilayah DKI Jakarta didominasi kondisi berawan dengan suhu udara berkisar antara 23-31 derajat Celsius. Masyarakat dihimbau untuk selalu memantau prakiraan cuaca dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghadapi cuaca ekstrem.

Dalam kesimpulan, cuaca ekstrem telah menjadi fenomena yang semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia. Masyarakat harus selalu memantau prakiraan cuaca dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghadapi cuaca ekstrem. Dengan demikian, kita dapat mengurangi risiko yang terkait dengan cuaca ekstrem dan menjaga kehidupan yang lebih aman dan nyaman.

🔖 Baca juga:
Hujan Tiba-tiba Mengguyur Surabaya dan Sidoarjo di Tengah Kemarau, Ini Penjelasan BMKG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *