GemaWarta – 13 April 2026 | Stasiun Bogor mengalami perubahan mendadak pada jadwal operasionalnya pada Senin, 13 April 2026. Rencana penutupan tiga jalur KRL (jalur 6, 7, dan 8) yang semula dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari itu resmi dibatalkan dan ditunda beberapa hari ke depan tanpa tanggal pasti. Kepala Stasiun Bogor, Mardiono, menegaskan bahwa tidak ada perubahan pada pola layanan penumpang hingga ada pengumuman lanjutan.
Penutupan jalur ini merupakan bagian dari proyek perpanjangan peron yang telah direncanakan berlangsung selama beberapa bulan. Pada awalnya, pihak pengelola mengumumkan bahwa ketiga jalur akan ditutup selama kurang lebih tiga bulan untuk memfasilitasi pekerjaan konstruksi. Namun, setelah evaluasi lapangan, keputusan ditunda agar proses persiapan area arus penumpang dan akses material dapat selesai dengan aman.
Menurut Mardiono, meskipun penutupan resmi belum dilaksanakan, beberapa penyesuaian jadwal sudah terasa oleh penumpang. Sebanyak 31 perjalanan KRL mengalami pergeseran waktu antara dua hingga tiga menit dari jadwal normal. Perubahan ini bersifat sementara dan akan disesuaikan lagi bila ada perkembangan proyek.
Selama masa penundaan, akses masuk dan keluar stasiun tetap dipertahankan seperti biasa. Penumpang masih diwajibkan melakukan tap in dan tap out pada pintu masuk yang sama. Tidak ada perubahan mekanisme pembayaran atau validasi tiket, sehingga proses boarding tetap lancar meski pekerjaan konstruksi sedang berlangsung.
Berikut rangkuman situasi terkini:
- Jalur yang terdampak: Jalur 6, Jalur 7, Jalur 8.
- Jadwal penutupan: Dibatalkan pada 13 April 2026, penundaan belum ditetapkan.
- Durasi penutupan yang diperkirakan: Sekitar tiga bulan, tergantung progres perpanjangan peron.
- Penyesuaian waktu kereta: 31 kereta mengalami penambahan waktu 2–3 menit.
- Akses penumpang: Tap in/out tetap pada pintu masuk yang sama; tidak ada perubahan prosedur.
Pihak pengelola stasiun juga menambahkan bahwa area taman di sisi kanan pintu masuk Barat telah diubah menjadi jalur sementara untuk memudahkan arus penumpang. Pekerja konstruksi sedang membongkar pagar besi lama dan menggantinya dengan papan penanda berwarna putih sebagai bagian dari persiapan akses material.
Rencana penutupan definitif diperkirakan akan kembali dijadwalkan pada Senin, 20 April 2026, setelah pembuatan area flow penumpang selesai. Pada saat itu, jalur 6, 7, dan 8 akan resmi ditutup untuk memungkinkan pengerjaan perpanjangan peron secara penuh. Mardiono menegaskan bahwa semua keputusan akan dikomunikasikan secara transparan kepada publik melalui media resmi dan papan informasi stasiun.
Penundaan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan komuter, terutama yang mengandalkan rute Bogor‑Depok‑Jakarta. Meskipun penundaan hanya beberapa hari, ketidakpastian jadwal dapat memengaruhi perencanaan perjalanan harian. Pihak KRL berjanji akan terus memantau situasi dan memberikan pembaruan real time melalui aplikasi mobile resmi serta papan informasi digital di stasiun.
Secara keseluruhan, proyek perpanjangan peron di Stasiun Bogor tetap menjadi prioritas untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan penumpang. Penundaan penutupan jalur diharapkan memberi ruang bagi persiapan yang lebih matang, sehingga ketika pekerjaan dimulai, gangguan operasional dapat diminimalisir. Penumpang diimbau untuk tetap mengikuti informasi terbaru dan menyesuaikan jadwal perjalanan bila diperlukan.
Dengan komitmen menjaga kelancaran layanan sekaligus menyelesaikan proyek infrastruktur, pihak pengelola berharap situasi akan kembali normal dalam waktu singkat. Penutupan definitif akan diumumkan kembali setelah semua persiapan teknis selesai, memastikan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna KRL di Bogor.





