GemaWarta – 21 Mei 2026 | Ribuan massa dari kalangan guru madrasah swasta dan pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Rabu (20/5/2026). Mereka menuntut kesejahteraan dan perlindungan yang lebih baik.
Guru madrasah swasta yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) dan Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) menuntut pemerintah mengangkat guru swasta dan madrasah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui perubahan regulasi dalam Undang-Undang ASN.
Sementara itu, massa pengemudi ojol mendesak DPR RI segera mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pengemudi Ojol. Mereka juga memprotes besaran potongan jasa aplikator yang dinilai terlalu tinggi, meminta transparansi tarif, serta menuntut jaminan sosial berupa BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang ditanggung perusahaan aplikator.
Aksi demonstrasi guru dimulai sekitar pukul 13.00 WIB, kemudian disusul massa ojol sekitar pukul 14.00 WIB. Hingga sore hari, massa mulai berangsur membubarkan diri secara kondusif meski sebagian perwakilan masih melakukan audiensi dengan pihak DPR.
Polres Metro Jakarta Pusat menyiagakan 7.345 personel gabungan untuk mengamankan aksi massa agar berlangsung tertib serta kondusif. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold E. P. Hutagalung, mengatakan pengamanan dilakukan secara maksimal dengan pendekatan humanis dan persuasif.
Di tempat lain, puluhan driver ojek online (ojol) berdemo di depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah (Jateng) di Jalan Pahlawan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Mereka menuntut dibentuknya Undang-Undang (UU) Transportasi Online.
Massa guru madrasah swasta juga menggelar aksi demo di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, hari ini. Mereka mengenakan seragam setelan putih hitam, membawa kentongan hingga kendang. Mereka menuntut kesetaraan dan kesejahteraan yang sama dengan guru sekolah negeri.
Massa demo ojol juga geruduk DPRD DIY, desak kenaikan tarif. Mereka menyampaikan tuntutan soal kenaikan tarif hingga Undang-Undang Transportasi Online.
Perayaan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5), diwarnai aksi demo guru dan ojol. Massa aksi tersebut datang dari kalangan guru dan pengemudi ojek online (ojol).
Kesimpulan, aksi demo guru dan ojol pada Hari Kebangkitan Nasional menuntut kesejahteraan dan perlindungan yang lebih baik. Mereka mendesak pemerintah untuk mengangkat guru swasta dan madrasah menjadi ASN atau PPPK, serta mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pengemudi Ojol.











