BERITA

Detik-Detik Menegangkan Keluarga Ungkap Sebelum Dua Bocah Hanyut di Sungai Bulango, Gorontalo

×

Detik-Detik Menegangkan Keluarga Ungkap Sebelum Dua Bocah Hanyut di Sungai Bulango, Gorontalo

Share this article
Detik-Detik Menegangkan Keluarga Ungkap Sebelum Dua Bocah Hanyut di Sungai Bulango, Gorontalo
Detik-Detik Menegangkan Keluarga Ungkap Sebelum Dua Bocah Hanyut di Sungai Bulango, Gorontalo

GemaWarta – 19 April 2026 | Gorontalo, 18 April 2026 – Keluarga korban mengisahkan secara detail momen-momen terakhir sebelum dua anak mereka hanyut di Sungai Bulango, menambah kepedihan sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang memicu tragedi tersebut.

Menurut ibu kandung, Nazri Pakaya, pada sore hari 17 April 2026, ia bersama dua anaknya, Nazril (6 tahun) dan Pakaya (4 tahun), menghabiskan waktu di tepi sungai untuk bermain air. Ia menjelaskan bahwa mereka biasanya menunggu hingga air tenang sebelum membiarkan anak‑anaknya bermain di pinggir sungai yang dikenal cukup deras pada sore hari.

🔖 Baca juga:
Misteri 2 Bocah Hanyut di Sungai Bulango Gorontalo: Fakta Terbaru dan Dugaan Kecurigaan Keluarga

“Kami menyiapkan peralatan sederhana, seperti ember dan mainan plastik, lalu mengajak mereka menyentuh air secara perlahan,” ungkap Nazri. “Namun, sebelum kami menyadari, arus tiba‑tiba menguat dan mengoyakkan kedamaian di situ,” tambahnya dengan nada bergetar.

Detik‑detik sebelum kejadian, keluarga mencatat bahwa ada bau amis yang tidak biasa di udara, menandakan potensi peningkatan kecepatan aliran. Nazri mengatakan, “Saya sempat curiga karena air terlihat keruh dan ada suara gemuruh yang tidak biasa. Kami pun menegur anak‑anak untuk tidak terlalu jauh masuk,” namun anak‑anaknya masih tertarik pada riak‑riak kecil yang muncul.

Ketika arus mulai menguat, kedua anak itu tiba‑tiba terseret. Nazri berusaha meraih mereka dengan tangan gemetar, namun kuatnya aliran membuatnya hanya mampu menahan satu anak sementara yang lain hanyut lebih cepat. Pada saat yang sama, tetangga yang berada tidak jauh dari lokasi melaporkan adanya peningkatan kecepatan aliran akibat hujan lebat yang turun di daerah hulu sungai pada pagi hari.

Pihak kepolisian dan tim SAR setempat segera dikerahkan. Tim SAR menggunakan perahu karet dan jaring pengaman untuk menelusuri aliran Sungai Bulango yang kini berarus deras. Upaya pencarian berlangsung selama tiga jam, namun hanya berhasil menemukan mayat Nazril, sementara Pakaya masih belum ditemukan hingga akhir hari.

Menurut pernyataan resmi Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gorontalo, wilayah Sungai Bulango memang rawan terjadi aliran deras secara mendadak, terutama pada musim hujan. Namun, mereka menegaskan bahwa tidak ada peringatan khusus yang dikeluarkan pada hari kejadian, sehingga keluarga dan warga setempat tidak memiliki kewaspadaan ekstra.

Selain faktor alam, keluarga menyoroti kurangnya fasilitas pengamanan di sepanjang tepi sungai. “Tidak ada pagar pengaman atau papan peringatan yang jelas,” kata Nazri. “Jika ada, mungkin kami tidak akan terlalu lengah,” ia menambahkan.

🔖 Baca juga:
Sumurung Pandapotan Simaremare Terpilih Jadi Kajati Gorontalo, Penegak Disiplin dan Kode Etik Jaksa yang Baru

Kejadian ini memicu wacana di kalangan masyarakat Gorontalo tentang pentingnya edukasi keselamatan air bagi anak‑anak serta perlunya penegakan regulasi lingkungan yang lebih ketat di daerah rawan banjir dan arus deras.

Para ahli keamanan air menekankan pentingnya pengawasan orang tua, terutama pada area dengan potensi bahaya tersembunyi. “Anak‑anak memang suka bermain air, tetapi orang tua harus selalu berada dalam jarak pandang dan siap menanggapi perubahan kondisi,” ujar Dr. Hadi Sutopo, pakar keselamatan publik Universitas Negeri Gorontalo.

Sejumlah organisasi kemanusiaan setempat, termasuk Palang Merah Indonesia cabang Gorontalo, telah menggalang bantuan untuk keluarga korban. Mereka menyediakan bantuan psikologis serta penggalangan dana untuk menutupi biaya pemakaman dan kebutuhan mendesak lainnya.

Hingga kini, pencarian Pakaya masih dilanjutkan dengan mengandalkan teknologi drone dan tim penyelam profesional. Warga setempat mengharapkan agar pencarian dapat membuahkan hasil, sekaligus menuntut adanya langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mencegah tragedi serupa terulang.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat Gorontalo bahwa keamanan di sekitar sungai tidak boleh dianggap remeh, terutama ketika melibatkan anak‑anak yang belum sepenuhnya memahami bahaya alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *