BERITA

Hilal dan Penentuan Idul Adha: Bagaimana Prosesnya?

×

Hilal dan Penentuan Idul Adha: Bagaimana Prosesnya?

Share this article
Hilal dan Penentuan Idul Adha: Bagaimana Prosesnya?
Hilal dan Penentuan Idul Adha: Bagaimana Prosesnya?

GemaWarta – 29 Mei 2026 | Idul Adha merupakan salah satu momen penting bagi umat Islam karena identik dengan pelaksanaan salat Id dan ibadah kurban. Namun, penentuan tanggal Idul Adha tidaklah semudah yang dibayangkan. Proses penentuan ini melibatkan pengamatan hilal, yaitu bulan sabit pertama yang terlihat setelah terjadinya ijtimak atau konjungsi.

Menurut situs https://bkmattaqwa.uma.ac.id, dalam Islam, penentuan Hari Iduladha berkaitan langsung dengan awal bulan Zulhijjah pada kalender Hijriah. Awal bulan Zulhijjah ditentukan melalui kemunculan hilal. Jika hilal terlihat setelah matahari terbenam pada tanggal 29 Dzulqa’dah, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai 1 Dzulhijjah.

🔖 Baca juga:
Libur Panjang di Bulan Mei 2026: Hari Raya dan Cuti Bersama

Dasar penentuan hilal berasal dari hadis Nabi Muhammad saw yang menjelaskan bahwa umat Islam memulai dan mengakhiri ibadah berdasarkan terlihatnya hilal. Oleh karena itu, proses penentuan Iduladha tidak hanya berkaitan dengan perhitungan kalender biasa, tetapi juga menjadi bagian penting dalam syariat Islam.

Secara umum, ada dua metode yang digunakan untuk menentukan awal bulan Hijriah: Rukyatul hilal, yaitu pengamatan langsung terhadap munculnya hilal setelah matahari terbenam, dan Hisab, yaitu perhitungan astronomi untuk mengetahui posisi bulan dan kemungkinan hilal dapat terlihat. Di Indonesia, kedua metode tersebut biasanya dipadukan.

Data hisab dipakai untuk membantu proses rukyat agar hasilnya lebih akurat. Pemerintah melalui Kementerian Agama kemudian menggelar sidang isbat bersama ulama dan ahli astronomi sebelum menetapkan tanggal resmi Iduladha.

🔖 Baca juga:
Mengenal Lebih Dalam tentang Idul Adha: Sejarah, Makna, dan Pelaksanaan

Agar hilal dianggap memenuhi syarat terlihat, ada beberapa ketentuan yang diperhatikan, seperti posisi hilal berada di atas ufuk, jarak sudut bulan dan matahari mencukupi, umur bulan setelah ijtimak sudah memenuhi syarat, dan kondisi cuaca mendukung proses pengamatan.

Perbedaan penetapan Iduladha juga kadang bisa terjadi di beberapa negara. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh perbedaan metode perhitungan, lokasi pengamatan hilal, hingga perbedaan pendapat ulama mengenai wilayah acuan rukyat.

Meski begitu, penetapan hilal memiliki banyak hikmah, seperti menjaga keteraturan kalender Islam, menggabungkan ilmu pengetahuan dengan syariat, serta memperkuat persatuan umat dalam menjalankan ibadah.

🔖 Baca juga:
Pajak Padel di Purwokerto Mulai Dibidik, Tren Olahraga Baru Terus Tumbuh

Idul Adha 2027 diperkirakan jatuh pada Senin, 17 Mei 2027, tetapi penetapan resminya tetap menunggu hasil sidang isbat dan pengamatan hilal dari pemerintah serta para ulama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *