Internasional

AS dan Iran Saling Baku Tembak di Selat Hormuz, Gencatan Senjata Kembali Diuji

×

AS dan Iran Saling Baku Tembak di Selat Hormuz, Gencatan Senjata Kembali Diuji

Share this article
AS dan Iran Saling Baku Tembak di Selat Hormuz, Gencatan Senjata Kembali Diuji
AS dan Iran Saling Baku Tembak di Selat Hormuz, Gencatan Senjata Kembali Diuji

GemaWarta – 09 Mei 2026 | Tegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah keduanya terlibat dalam baku tembak di Selat Hormuz. Insiden ini merupakan yang paling serius sejak gencatan senjata antara kedua negara mulai berlaku sebulan lalu.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa gencatan senjata masih berlaku dan berupaya meredam kekhawatiran mengenai eskalasi terbaru tersebut. Namun, kedua pihak saling menyalahkan dalam insiden tersebut.

🔖 Baca juga:
Iran Bongkar Jaringan Mossad: 127 Tersangka Terungkap di Tiga Provinsi

Amerika Serikat menuduh Iran meluncurkan rudal, drone, dan perahu kecil ke arah tiga kapal perangnya dalam apa yang disebut sebagai “serangan tanpa provokasi”. Sementara itu, Iran menuduh AS telah melanggar perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 7 April setelah ledakan terdengar di kawasan Selat Hormuz.

Media pemerintah Iran menggambarkan situasi itu sebagai “adu tembak” antara angkatan bersenjata Iran dan “musuh”. Kantor berita Iran melaporkan beberapa ledakan terdengar di dekat kota Bandar Abbas.

Bagian komersial dermaga di Pulau Qeshm, pulau terbesar di Teluk, disebut menjadi sasaran serangan. Komando militer tertinggi Iran juga menuduh AS menyerang kapal tanker minyak Iran yang sedang menuju selat tersebut, serta kapal lain yang melintas di dekat pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA).

Iran mengeklaim angkatan bersenjatanya “segera merespons” dengan menyerang kapal-kapal militer AS hingga menyebabkan “kerusakan signifikan”, serta menuduh Washington melakukan “pelanggaran gencatan senjata”.

🔖 Baca juga:
Serangan Rudal dan Drone ke Kilang Minyak UEA, Iran Dituding sebagai Pelaku

Sementara itu, Kementerian Pertahanan UEA pada Jumat (8/5/2026) menyatakan sistem pertahanan udaranya “secara aktif terlibat” menghadapi serangan rudal dan drone dari Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut serangan Iran sebagai tindakan “tanpa provokasi”. CENTCOM mengatakan pasukan Iran meluncurkan sejumlah rudal, drone, dan perahu kecil, saat kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS melintasi Selat Hormuz.

CENTCOM menyatakan pihaknya berhasil menetralisir ancaman tersebut dan membalas dengan menyerang fasilitas militer Iran yang disebut bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan AS.

Target serangan meliputi lokasi peluncuran rudal dan drone, pusat komando dan kendali, hingga fasilitas intelijen, pengawasan, dan pengintaian.

🔖 Baca juga:
Shanghai Port Terancam: Bagaimana Konflik US-Iran Mengguncang Rantai Pasok Global

“CENTCOM tidak mencari eskalasi, tetapi tetap berada dalam posisi siap untuk melindungi pasukan Amerika,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Presiden Trump mengatakan bahwa gencatan senjata masih berlaku dan berupaya meredam kekhawatiran mengenai eskalasi terbaru tersebut. Namun, situasi tetap tegang dan dapat berkembang menjadi konflik yang lebih luas jika tidak diatasi dengan baik.

Kesimpulan, insiden baku tembak antara AS dan Iran di Selat Hormuz menunjukkan bahwa gencatan senjata antara kedua negara masih rentan dan dapat berkembang menjadi konflik yang lebih luas jika tidak diatasi dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya diplomatik yang lebih kuat untuk meredam kekhawatiran dan meningkatkan kerja sama antara kedua negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *