GemaWarta – 30 Juli 2026 | Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) baru-baru ini melakukan latihan perang laut yang spektakuler dengan menghancurkan kapal serbu amfibi USS Peleliu (LHA-5) menggunakan drone laut kamikaze dalam Exercise Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026.
RIMPAC 2026 melibatkan 30 negara, 30 kapal, lima kapal selam, 15 kekuatan darat nasional, lebih dari 190 pesawat, dan lebih dari 30.000 personel di sekitar Kepulauan Hawaii dari 24 Juni hingga 31 Juli.
USS Peleliu, yang telah beroperasi selama lebih dari 35 tahun, dihancurkan sebagai bagian dari latihan penenggelaman (SINKEX) yang dilakukan oleh Angkatan Laut AS untuk menguji kemampuan senjata dan strategi perang.
Latihan ini menunjukkan kemampuan Angkatan Laut AS dalam mengintegrasikan sistem tempur tanpa awak di udara, permukaan laut, dan bawah laut sebagai bagian dari konsep peperangan modern.
Drone laut kamikaze yang digunakan dalam latihan ini merupakan contoh dari upaya Angkatan Laut AS untuk mengembangkan kemampuan perang laut yang lebih efektif dan efisien.
Latihan RIMPAC 2026 juga melibatkan unit-unit dari Australia, Kanada, Italia, Jepang, Selandia Baru, dan Spanyol dalam penargetan dan penembakan langsung bersama dengan kekuatan Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Angkatan Darat AS.
Kapal perang Spanyol, Álvaro de Bazán, juga berpartisipasi dalam latihan ini dan menembakkan rudal ke kapal target.
Latihan ini menunjukkan kemampuan Angkatan Laut AS dan sekutunya dalam melakukan operasi perang laut yang kompleks dan efektif.
Kesimpulan dari latihan ini adalah bahwa Angkatan Laut AS terus berupaya meningkatkan kemampuan perang lautnya dengan mengembangkan teknologi dan strategi perang yang lebih efektif dan efisien.











