GemaWarta – 07 Mei 2026 | Kecelakaan bus ALS di Muratara, Sumatera Selatan, telah mengakibatkan 16 orang meninggal dunia. Peristiwa ini terjadi ketika bus ALS menabrak truk tangki di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara. Kecelakaan ini dipicu oleh kegagalan sopir bus menghindari lubang jalan, sehingga kendaraan kehilangan kendali dan menabrak truk tangki yang berlawanan arah.
Menurut Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, proses identifikasi korban telah dilakukan secara intensif di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang. Dari 16 korban yang meninggal, beberapa di antaranya telah teridentifikasi, termasuk Aryanto, pengemudi truk tangki, Martono, penumpang truk tangki, Alif, pengemudi bus ALS, Saf, kenek bus ALS, dan Maleh, kru bus ALS.
Kecelakaan bus ALS di Muratara bukanlah kejadian pertama. Sejak 2017, tercatat setidaknya sembilan kecelakaan menonjol yang melibatkan bus ALS. Beberapa kecelakaan tersebut terjadi di Tapanuli Utara, Lahat, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Agam, Toba, Padang Panjang, dan Padangsidimpuan.
MTI menyatakan bahwa kecelakaan bus ALS di Muratara menunjukkan lemahnya budaya keselamatan transportasi jalan di Indonesia. Kecelakaan ini juga mempertanyakan keselamatan kendaraan umum dan kualitas jalan di Indonesia.
Kasus kecelakaan bus ALS di Muratara masih dalam penyelidikan. Pihak kepolisian dan pemerintah diharapkan dapat mengambil tindakan untuk meningkatkan keselamatan transportasi jalan dan mencegah kecelakaan serupa di masa depan.
Dalam beberapa tahun terakhir, kecelakaan bus ALS telah menimbulkan banyak korban jiwa. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem transportasi jalan di Indonesia untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan.









