GemaWarta – 24 Juli 2026 | Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yang memiliki peran penting dalam membangun dan mempertahankan tradisi dan ukhuwah (persatuan) di kalangan umat Islam. Dalam beberapa tahun terakhir, NU telah menghadapi berbagai tantangan dan dinamika sosial yang memerlukan penanganan dan penyikapan yang tepat.
Baru-baru ini, Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menyampaikan pesan penting untuk kader NU. Ia menekankan pentingnya menjaga warisan tradisi dan ukhuwah yang telah dibangun oleh pendiri NU, KH M Hasyim Asy’ari. Menurut Gus Kikin, dua warisan besar yang harus terus dijaga adalah sanad keilmuan dan kepemimpinan yang mengutamakan persatuan.
Hal ini sejalan dengan kegiatan Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) Angkatan I yang digelar oleh PCNU Gresik. Kegiatan ini diikuti oleh 72 peserta, termasuk Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai peserta istimewa. Dalam kegiatan tersebut, Gus Kikin menyampaikan bahwa regenerasi kepemimpinan NU tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan intelektual, tetapi juga membutuhkan pemahaman keilmuan yang tersambung dan semangat menjaga persatuan umat.
Sementara itu, Ijtima Ulama Indonesia juga telah menyampaikan rekomendasi strategis kepada Presiden Prabowo Subianto. Rekomendasi tersebut mencakup tiga poin utama, yaitu memperkuat kedaulatan bangsa, menerapkan tata kelola pemerintahan yang berbasis meritokrasi, dan memperbaiki dan menata organisasi NU agar semakin solid dan mampu memberikan kemaslahatan bagi umat dan masyarakat luas.
Di sisi lain, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara telah menyelenggarakan Business Exhibition 2026. Kegiatan ini merupakan puncak rangkaian program Scaleup Bisnis yang bertujuan mencetak mahasiswa sebagai wirausaha muda yang inovatif, kreatif, dan berdaya saing. Dalam kegiatan tersebut, puluhan stan usaha mahasiswa menampilkan beragam produk hasil pengembangan selama mengikuti program Scaleup Bisnis.
Dalam beberapa hari terakhir, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang juga telah bersiap menyambut pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Pesantren tersebut telah menyiapkan sejumlah fasilitas untuk para muktamirin, termasuk 16 gedung sekolah dan kampus di lingkungan pesantren sebagai tempat menginap ribuan muktamirin.
Dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika sosial, NU tetap komitmen untuk mempertahankan warisan tradisi dan ukhuwah yang telah dibangun oleh pendiri organisasi. Dengan demikian, NU dapat terus memainkan peran penting dalam membangun dan mempertahankan kehidupan beragama yang harmonis dan kondusif di Indonesia.
Kesimpulan, Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi keagamaan yang memiliki peran penting dalam membangun dan mempertahankan tradisi dan ukhuwah di kalangan umat Islam. Dengan komitmen untuk mempertahankan warisan tradisi dan ukhuwah, NU dapat terus memainkan peran penting dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis dan kondusif di Indonesia.











