BERITA

Pabrik Gula di Indonesia: Dari Peninggalan Sejarah Hingga Kontribusi pada Swasembada Gula Nasional

×

Pabrik Gula di Indonesia: Dari Peninggalan Sejarah Hingga Kontribusi pada Swasembada Gula Nasional

Share this article
Pabrik Gula di Indonesia: Dari Peninggalan Sejarah Hingga Kontribusi pada Swasembada Gula Nasional
Pabrik Gula di Indonesia: Dari Peninggalan Sejarah Hingga Kontribusi pada Swasembada Gula Nasional

GemaWarta – 09 Agustus 2026 | Pabrik gula di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan kompleks. Salah satu contoh pabrik gula yang masih berdiri hingga saat ini adalah De Tjolomadoe di Karanganyar, Jawa Tengah. Pabrik gula ini didirikan pada abad ke-19 dan telah bertransformasi menjadi kawasan wisata budaya serta seni yang modern.

Di dalam kompleks bangunan utama, pengunjung dapat menyaksikan langsung jajaran mesin-mesin gilingan gula raksasa berukuran megah yang masih dipertahankan dengan sangat baik. Lorong-lorong gedungnya yang beratap tinggi serta berdinding tebal khas arsitektur kolonial menciptakan sirkulasi udara yang baik, sehingga memberikan kesejukan alami di dalam ruangan saat cuaca luar sedang panas-panasnya.

🔖 Baca juga:
Bumi Menghadapi Tantangan: Dari Tawuran Geng Motor hingga Fenomena Langit

Selain De Tjolomadoe, PT SGN juga berperan penting dalam industri gula nasional. Perusahaan ini memiliki beberapa anak perusahaan, seperti PT Pabrik Gula (PG) Rajawali I, PT PG Rajawali II, dan PT PG Candi Baru. PT SGN telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bagi tiga anak perusahaan tersebut untuk memperkuat tata kelola dan menyelaraskan strategi bisnis.

PT SGN juga telah menyalurkan bantuan gula kepada masyarakat sekitar kawasan Hak Guna Usaha (HGU) Ngobo. Program bantuan gula ini telah berjalan selama sekitar 25 tahun dan telah menyasar 17 desa di tiga kecamatan dengan total bantuan mencapai 42,5 ton gula.

🔖 Baca juga:
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK): Tantangan dan Solusi

Dalam upaya mencapai swasembada gula nasional, PT SGN berperan penting dengan memperkuat pendataan calon petani dan calon lahan (CPCL) untuk menjamin keberlangsungan operasional khususnya dalam pola kemitraan tebu rakyat. Dengan melakukan pendataan CPCL, PT SGN bisa mengetahui calon petani dan calon lahan yang potensial untuk dikembangkan, sehingga produksi tebu bisa meningkat.

Kesimpulan, pabrik gula di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan kompleks, serta berperan penting dalam industri gula nasional. Dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh PT SGN dan pabrik gula lainnya, diharapkan Indonesia dapat mencapai swasembada gula nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

🔖 Baca juga:
PLN Hadirkan Promo Diskon Tambah Daya 50 Persen Juli 2026, Simak Syarat dan Cara Mendapatkannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *