BERITA

Pengadaan Alutsista Terbaru TNI, Penguatan Sistem Pertahanan Nasional

×

Pengadaan Alutsista Terbaru TNI, Penguatan Sistem Pertahanan Nasional

Share this article
Pengadaan Alutsista Terbaru TNI, Penguatan Sistem Pertahanan Nasional
Pengadaan Alutsista Terbaru TNI, Penguatan Sistem Pertahanan Nasional

GemaWarta – 22 Mei 2026 | Presiden RI Prabowo Subianto baru-baru ini menghadiri prosesi penyerahan dan peninjauan deretan alutsista modern terbaru milik TNI di Pangkalan Udara Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Dalam kegiatan tersebut, proses penyerahan alutsista terbaru diawali dengan acara simbolis dengan pelepasan tirai logo Skadron 12 di bagian depan pesawat MRCA Rafale dan penyiraman air kendi di bagian depan pesawat.

Presiden RI Prabowo Subianto pun melakukan prosesi penyerahan kunci pesawat secara simbolis kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang kemudian diserahkan kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono sebagai tanda peresmian dari pengadaan alutsista baru guna perkuat sistem pertahanan nasional.

🔖 Baca juga:
Koperasi Merah Putih Goyang Dana Desa: Bantul Alih Skema, Sidoarjo Percepat 25.000 Koperasi Nasional

Deretan alutsista terbaru TNI pada tahun 2026 yang telah secara resmi akan dipakai untuk jajaran TNI AU, antara lain enam pesawat tempur Dassault Rafale, pesawat angkut Airbus A400M, empat unit pesawat Dassault Falcon 8x, rudal meteor (Air to Beyond Visual Range), Smart Weapon AASM Hammer, dan Radar GCI GM403.

Menurut Presiden RI Prabowo Subianto, pengadaan alutsista bagi TNI AU ini menjadi jalan dalam memperkuat pertahanan Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks. Presiden Prabowo pun menegaskan upaya ini tidak memiliki kaitannya untuk kepentingan agresi terhadap negara lain, melainkan menjadi jalan untuk pertahanan dan penangkal dengan memastikan stabilitas kekuatan militer nasional tetap aman.

🔖 Baca juga:
Prabowo Lantik Dudung Abdurachman Jadi Kepala Staf Kepresidenan: Profil Lengkap Sang Mantan Jenderal

Sementara itu, dalam sebuah operasi terpisah, Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggelar operasi memberantas peredaran barang kena cukai ilegal. Operasi ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara mencapai Rp570 miliar.

Dalam waktu yang akan datang, pemerintah akan terus melakukan pembangunan akan kekuatan pertahanan secara bertahap baik di wilayah udara, laut, dan daratan. Dengan demikian, diharapkan sistem pertahanan nasional dapat diperkuat dan membuat Indonesia menjadi lebih aman dan stabil.

🔖 Baca juga:
Pangkopassus Djon Afriandi Ganti Tradisi: Baret Merah Kini Hanya Milik Prajurit Komando

Kesimpulan dari pengadaan alutsista terbaru TNI dan operasi memberantas peredaran barang kena cukai ilegal adalah upaya pemerintah untuk memperkuat sistem pertahanan nasional dan menjaga keamanan negara. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi lebih aman dan stabil di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *