Politik

Kontroversi Kipas Angin Rp 1,8 Triliun untuk Kopdes Merah Putih: Spesifikasi dan Reaksi Publik

×

Kontroversi Kipas Angin Rp 1,8 Triliun untuk Kopdes Merah Putih: Spesifikasi dan Reaksi Publik

Share this article
Kontroversi Kipas Angin Rp 1,8 Triliun untuk Kopdes Merah Putih: Spesifikasi dan Reaksi Publik
Kontroversi Kipas Angin Rp 1,8 Triliun untuk Kopdes Merah Putih: Spesifikasi dan Reaksi Publik

GemaWarta – 17 Juli 2026 | Pengadaan kipas angin untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan anggaran Rp 1,8 triliun menjadi perbincangan hangat di media sosial. Anggota DPR RI, Mufti Anam, mempertanyakan dasar perhitungan anggaran pengadaan kipas angin tersebut dan membandingkannya dengan harga pasar elektronik lokal yang biasa digunakan masyarakat.

Menurut Mufti Anam, kipas angin seharga Rp 300 ribuan saja sudah memiliki performa yang sangat baik. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menjelaskan bahwa pengadaan kipas angin bukan berada di bawah kewenangan Kementerian Koperasi, namun ia menduga kipas angin yang dimaksud adalah tipe industri bermerek Imatsu MDF dengan harga mencapai belasan juta rupiah per unit.

🔖 Baca juga:
KDKMP Dorong Kebangkitan UMKM Jateng: 30.000 Manajer Baru Siap Bangun Ekonomi Desa

Spesifikasi kipas angin Imatsu MDF yang disebut-sebut masuk dalam pengadaan program koperasi desa Merah Putih antara lain memiliki bobot 30 kg dan merupakan produk kipas industri jenis Mobile Drum Fan (MDF). Kipas angin ini dirancang untuk kebutuhan industri besar dan memiliki harga yang relatif mahal dibandingkan dengan kipas angin rumah tangga biasa.

Kehebohan mengenai program pengadaan kipas angin bernilai Rp 1,8 triliun ini menjadi perhatian masyarakat dan menimbulkan reaksi keras dari beberapa pihak. DPR RI mempertanyakan dasar perhitungan anggaran pengadaan kipas angin tersebut dan meminta penjelasan dari pemerintah.

🔖 Baca juga:
30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih Dibuka: Syarat, Jadwal, dan Cara Daftar Lengkap

Kontroversi ini juga memicu reaksi dari artis Inul Daratista yang menulis komentar sarkastik tentang harga kipas angin yang fantastis tersebut. Ia menulis “Mbuh Wess! Anginnya sampai neraka” sebagai respons atas berita tersebut.

Dalam kesimpulan, kontroversi kipas angin Rp 1,8 triliun untuk Kopdes Merah Putih menimbulkan banyak pertanyaan dan reaksi dari masyarakat. Pengadaan kipas angin dengan harga yang relatif mahal ini perlu dijelaskan dan dipertanggungjawabkan oleh pemerintah untuk menghindari kesan korupsi dan penyalahgunaan anggaran.

🔖 Baca juga:
Musim Kemarau 2026: Ancaman Kesehatan, Krisis Air di Jawa Tengah, dan Siaga Kebakaran di Riau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *