BERITA

Santunan TNI Gugur di Lebanon: Rp 450 Juta per Prajurit, Pendidikan Ahli Waris Dijamin

×

Santunan TNI Gugur di Lebanon: Rp 450 Juta per Prajurit, Pendidikan Ahli Waris Dijamin

Share this article
Santunan TNI Gugur di Lebanon: Rp 450 Juta per Prajurit, Pendidikan Ahli Waris Dijamin
Santunan TNI Gugur di Lebanon: Rp 450 Juta per Prajurit, Pendidikan Ahli Waris Dijamin

GemaWarta – 24 April 2026 | JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Badan Asuransi Sosial Pegawai (Asabri) menyalurkan dana santunan sebesar Rp 1,41 triliun kepada ahli waris tiga prajurit TNI yang gugur dalam aksi serangan terhadap pasukan UNIFIL di Lebanon pada akhir Maret 2026. Dana tersebut memberikan santunan Rp 450 juta per orang serta menjamin pendidikan bagi anak-anak mereka.

Kejadian tragis tersebut terjadi pada 29 dan 30 Maret, ketika pasukan Indonesia yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXIII/A mengalami serangan artileri dan serangan terhadap konvoi. Praka Farizal Rhomadhon meninggal akibat tembakan artileri pada 29 Maret, sementara Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan tewas saat konvoi yang mereka jaga diserang pada 30 Maret. Delapan anggota TNI lainnya terluka dalam serangkaian serangan tersebut.

🔖 Baca juga:
Kegagalan X Mengguncang Dunia Maya: Dari Outage Platform Sosial hingga Sorotan Gen X dan Marvel

Asabri menyalurkan total Rp 1,41 miliar pada hari Senin (27 April 2026) kepada para ahli waris. Transfer tersebut mencakup santunan harian, biaya pemakaman, serta jaminan beasiswa bagi anak-anak prajurit yang masih belajar. “Kami berkomitmen memberikan kepastian sosial kepada keluarga pahlawan yang telah mengorbankan nyawanya demi perdamaian,” kata Kepala Asabri, Budi Santoso, dalam konferensi pers.

Penanganan korban jiwa ini juga mendapat sorotan internasional. Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, menyampaikan belasungkawa secara resmi dalam perayaan Hari Raja Belanda di Jakarta pada 23 April 2026. “Saya hendak menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga tentara Indonesia yang pemberani saat menjalankan tugas mereka di Lebanon selatan,” ujarnya. Gerritsen menegaskan pentingnya kerja sama bilateral antara Indonesia dan Belanda di bidang pendidikan, lingkungan, serta misi penjaga perdamaian.

Menanggapi pernyataan Dubes Belanda, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan apresiasi atas kepedulian tersebut. AHY, yang pernah menjadi bagian Kontingen Garuda XXIII/A, menambahkan, “Kehilangan tiga personel TNI di UNIFIL amat terasa di hati mengingat ikatan pribadi saya dengan korps yang bertugas di Lebanon tersebut.” Ia menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen kuat melanjutkan peran aktif dalam operasi penjaga perdamaian PBB.

🔖 Baca juga:
BKN Gencar Digitalisasi ASN: Blokir Sulbar, AI Banten, dan Tantangan Kesehatan Mental serta Penipuan Rekrutmen

UNIFIL, yang dibentuk pada tahun 1978, menugaskan pasukan multinasional untuk menjaga stabilitas di wilayah selatan Lebanon. Indonesia pertama kali mengirimkan pasukan pada akhir 2006, dan sejak saat itu telah berpartisipasi dalam sejumlah misi keamanan. Insiden akhir Maret 2026 menandai serangkaian serangan yang menargetkan konvoi pasukan penjaga perdamaian, termasuk pasukan Indonesia.

  • Praka Farizal Rhomadhon – tewas akibat tembakan artileri, 29 Maret 2026
  • Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar – tewas dalam serangan konvoi, 30 Maret 2026
  • Sertu Muhammad Nur Ikhwan – tewas dalam serangan konvoi, 30 Maret 2026

Selain santunan finansial, pemerintah menegaskan bahwa pendidikan anak-anak almarhum akan terus dijamin melalui beasiswa pemerintah dan program khusus Asabri. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga serta menghormati pengorbanan para prajurit.

Kasus ini menimbulkan kembali diskusi tentang keamanan pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik. Kementerian Luar Negeri menegaskan komitmen untuk terus berkoordinasi dengan otoritas Lebanon dan PBB guna meningkatkan protokol keamanan bagi semua kontingen.

🔖 Baca juga:
Pengakuan Dirut RSHS Bandung: Bayi Nyaris Tertukar Akhirnya Diungkap, Petugas Dinyatakan Distraksi dan Dinonaktifkan

Dengan adanya Santunan TNI dan dukungan internasional, keluarga almarhum diharapkan dapat memperoleh kepastian hidup yang lebih baik. Pemerintah menutup pernyataan dengan menegaskan, “Pengorbanan mereka tidak akan sia-sia; kami akan terus memperjuangkan perdamaian dan keadilan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujar Presiden Republik Indonesia dalam pidato kenegaraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *