GemaWarta – 16 Agustus 2026 | Presiden Donald Trump baru-baru ini mengajak Senat Amerika Serikat untuk segera memilih Undang-Undang “Tidak Ada Lagi Mengubah Jam” untuk membuat waktu musim panas permanen. Undang-undang ini, yang disebut Sunshine Protection Act, telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan suara 308-117.
Waktu musim panas saat ini berlangsung dari musim semi hingga musim gugur, ketika jam diatur satu jam lebih awal dari waktu standar. Dengan undang-undang baru, Amerika Serikat akan mengadopsi waktu musim panas permanen, menghilangkan perubahan waktu dua kali setahun.
Pendukung undang-undang ini berpendapat bahwa mengubah jam dua kali setahun dapat mengganggu tidur, meningkatkan risiko cedera di tempat kerja, dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Mereka juga berpendapat bahwa waktu musim panas permanen akan memperpanjang waktu siang di sore hari, mendukung aktivitas ekonomi selama musim dingin.
Namun, oposisi juga kuat, terutama dari negara-negara utara dan barat, yang khawatir bahwa waktu musim panas permanen akan menyebabkan matahari terbit lebih lambat selama musim dingin, terutama bagi anak-anak yang pergi ke sekolah. Beberapa senator juga khawatir bahwa undang-undang ini akan menyebabkan biaya tambahan bagi negara-negara yang harus menyesuaikan sistem mereka.
Undang-undang ini masih memerlukan persetujuan Senat sebelum dapat ditandatangani oleh Presiden Trump. Jika disetujui, undang-undang ini akan berlaku pada 1 November 2026, ketika waktu musim panas saat ini berakhir.
Sementara itu, beberapa negara bagian telah mengambil langkah untuk mengadopsi waktu musim panas permanen, seperti Tennessee, yang telah menandatangani undang-undang yang akan mengadopsi waktu musim panas permanen jika undang-undang federal disetujui.
Dalam beberapa tahun terakhir, perdebatan tentang waktu musim panas telah menjadi topik hangat di Amerika Serikat. Beberapa orang berpendapat bahwa waktu musim panas permanen akan membantu meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya, sementara yang lain khawatir tentang dampaknya pada kesehatan dan keselamatan.
Bagaimanapun, keputusan tentang waktu musim panas permanen masih belum final. Amerika Serikat masih menunggu keputusan Senat tentang undang-undang ini, dan masyarakat masih terbagi tentang manfaat dan kerugian dari waktu musim panas permanen.









