Ekonomi

Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024, Apa yang Terjadi?

×

Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024, Apa yang Terjadi?

Share this article
Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024, Apa yang Terjadi?
Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024, Apa yang Terjadi?

GemaWarta – 09 Mei 2026 | Cadangan devisa Indonesia mencapai titik terendah sejak 2024, yaitu sebesar 146,2 miliar dolar AS pada April 2026. Penurunan ini terjadi karena penggunaan dana untuk pembayaran utang luar negeri serta upaya stabilisasi nilai tukar rupiah.

Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa posisi cadangan devisa tersebut masih berada di atas standar kecukupan internasional untuk mendukung ketahanan sektor eksternal. Namun, beberapa pengamat mengkhawatirkan bahwa penurunan cadangan devisa dapat meningkatkan risiko penurunan rating kredit Indonesia.

🔖 Baca juga:
Rupiah Merosot ke Level Terlemah, Ancaman Tembus Rp 17.500 per Dolar AS

Untuk mengatasi situasi ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana untuk mengerahkan Bond Stabilization Fund (BSF) untuk menjaga nilai tukar rupiah. BSF adalah dana cadangan khusus yang disiapkan pemerintah untuk menjaga stabilitas pasar Surat Berharga Negara (SBN) saat terjadi tekanan masif.

BSF dibentuk untuk menjaga stabilitas SBN dan nilai tukar rupiah. Pendanaan BSF dapat berasal dari cadangan fiskal pemerintah, termasuk Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan dana cadangan lainnya. Besaran dana bersifat fleksibel, ditentukan oleh tingkat tekanan pasar, tanpa batas baku atau alokasi khusus yang telah ditetapkan.

🔖 Baca juga:
Insentif Mobil Listrik Mengguncang Industri Komponen: 100.000 Unit Kuota dan Bonus Nikel Menanti

BI menilai bahwa cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Bank sentral juga meyakini bahwa ke depan, ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

Dalam beberapa bulan terakhir, rupiah terus melemah, namun pemerintah dan BI terus berupaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Dengan mengerahkan BSF, diharapkan nilai tukar rupiah dapat distabilkan dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

🔖 Baca juga:
Utang Luar Negeri RI Meroket, IMF Turunkan Proyeksi Pertumbuhan 2026: Apa Artinya bagi Ekonomi?

Kesimpulan, cadangan devisa Indonesia mencapai titik terendah sejak 2024, namun pemerintah dan BI terus berupaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan meningkatkan kepercayaan investor. Dengan mengerahkan BSF, diharapkan nilai tukar rupiah dapat distabilkan dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *